Langsung ke konten utama

What Fasilkom UI Means to Us

Di suatu kelas yang bernama Aljabar Linear saat masih semester 2, Bu Kasiyah, dosen kami membuat sebuat thread yang jarang menjadi bahan diskusi di forum Scele Fasilkom. I am in love with this thread, so I put it on my blog to make it can be read when I miss the sense of being Fasilkom student.

“Di kelas saya tadi sudah bercerita 'What Fasilkom Means to Me'. Bagi saya Fasilkom adalah keluarga. Ciri sebuah keluarga adalah saling mendukung dalam suka dan duka.
Silahkan tuliskan perasaanmu sejauh ini sebagai warga Fasilkom” (Bu Kasiyah)

Lalu, teman-teman menuliskan apa yang dirasakannya tentang Fasilkom :)

Bagi saya Fasilkom merupakan keluarga baru saya yang siap mengantarkan saya untuk menjadi lebih baik J (Rachmad Akbar)

Bagi saya Fasilkom adalah rumah. (Febriana Misdianti)

Bagi saya Fasilkom adalah rumah, keluarga, dan lingkungan baru bagi saya untuk menjadi tempat di mana saya bisa mendapatkan dan memberikan manfaat pada Fasilkom dan lingkungan saya.. (Aditya Amin Refandi)

Wah, Fasilkom memiliki banyak arti Bu bagi saya.Fasilkom adalah keluarga, tempat berlelah-lelah dan berjuang untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, tapi juga tempat untuk melepas lelah ketika sudah bertemu dengan semua elemen fasilkom yang luar biasa smile.suka dan duka, semuanya dilewati bersama di Fasilkom, hehe (Elsa Anggraini Darwin)

Sejauh ini banyak hal yang telah saya temui di FASILKOM. disini saya menimba ilmu, bertemu dengan orang-orang hebat. disini saya belajar banyak hal. yang tidak kalah menarik, kekeluargaan di Fasilkom menurut saya paling erat, tidak hanya sesama mahasiswa, tetapi meliputi hubungan sesama elemen fasilkom. ini mungkin jarang di fakultas lain. Hahahaha (Ahmad Fanani)

Fasilkom merupakan suatu fasilitas bagi saya untuk menyalurkan hobi saya dan juga tempat saya mencari kecerahan untuk di masa depan (Indra Eka Prasetya)

Fasilkom menurut saya ya merupakan sebuah rumah untuk menuntut ilmu. Saya katakan rumah soalnya banyaknya waktu yang termakan di Fasilkom sama saja dengan di Kos, eh malah lebih banyak di Fasilkom. Saya belum terlalu kerasan di Fasilkom, karena mungkin saya belum menemukan passion saya di sini kali ya. Hehe.. Tapi yang saya suka dengn Fasilkom, mahasiswanya itu beda banget ma mahasiswa lain lah.. (Jodi Setiawan)

Sama seperti teman2 juga, fasilkom merupakan keluarga dan rumah bagi, selain itu Fasilkom adalah tempat penggemblengan mental, intelektual dan spiritual yang mampu memberi perubahan positif kepada semua elemen-elemennya. Saya yakin suatu saat nanti, dari keluarga yang saya cintai dan mudah-mudahan juga mencintai saya ini, akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang akan merubah negeri ini menjadi jauh lebih baik (Muhammad Kholid Arrofi)

Cuman 1 kata
"FAMILY" (Rifai)

Fasilkom tempat saya menemukan banyak arti kehidupan dari orang-orang yang begitu berarti.
Terima kasih Fasilkom (Rama Dwiyana Putera)

Fasilkom, dengan segala pelajaran-pelajarannya, orang-orangnya, dll, adalah tempat terbaik dimana saya merasa tidak ingin cepat pulang ke rumah kalau sudah berada disana. Hehehe (Kemal Maulana)

Fasilkom itu bagi saya adalah tempat bagi saya untuk belajar banyak hal. Maksudnya belajar gak cuman belajar tentang programming dkk (tapi yang dipelajari di kuliah memang banyak sekali), tapi juga belajar tentang pertemanan. Semakin banyak jenis orang yang kita kenali, semakin bingung, tapi jadi lebih adaptif. Di sini, banyak teman-teman yang sebenarnya passionnya beda-beda dan kerennya semuanya bercampur jadi satu. Saya suka memperhatikan teman-teman yang kalo udah masuk ke bidangnya masing-masing itu serius banget dan saya senang melihatnya. Ada yang seneng banget ama pingpong, ada yang freak banget ama musik, dan menurut saya itu KEREN.
Saya merasa nyaman banget di Fasilkom karena lingkungannya asyik. Asyik apanya? Asyiknya adalah kalau ada yang bisa diomongkan dan bisa bikin joke banyak-banyak. Ketawa-ketiwi bareng teman di perpustakaan, lobi gedung A, atau ngerjain tugas yang bikin nangis bombay (ups), ngecengin orang. Pulang jam 11 malam dari kampus terus makan ke margonda dan melakukan hal-hal absurd.
Kalau saya secara pribadi sebenarnya punya personal space cukup luas, saya takut didekatin orang lain, tapi kalau di Fasilkom, justru saya yang berusaha mendekati orang lain. Tidak semuanya bisa saya jangkau, tapi saya senang dengan yang sudah ada sekarang.
Tidak tahu ke depannya bagaimana, mungkin persepsi saya berubah sesuai mood, tapi saya yakin semuanya pada senang kalau bersama-sama. :D (Raja Oktovin)

FASILKOM itu seperti rumah ke dua saya
dimana sebagian besar waktu beraktivitas sehari-hari di gendung bundar tercinta (Bellalita)

Terinspirasi dari kata-kata Bu Kasiyah sewaktu Matdas 1 semester 1 yang akhirnya menjadi pedoman saya selama di Fasilkom (Adrian Nuradiansyah)

Fasilkom, seperti senyum mahasiswa Aljabar Linear yang memiliki banyak arti..
Fasilkom, seperti sebuah program Multithreading yang dapat berperan lebih dari satu peranan..
Fasilkom, seperti Keluarga, Saudara, Teman, .....
Fasilkom, seperti .....
Intinya saya di Fasilkom merasa menjadi salah satu elemen ruang vektor dengan segala sifatnya. (Muhammad Arif Rahman Hakim)
Wah, saya belum bayar hutang Sealed
bagi saya fasilkom adalah rumah kedua saya. fasilkom adalah tempat menuntut ilmu yang penuh perjuangan dan tempat memiliki keluarga baru .. (Shanti Nur Oktavia)

Bagi saya Fasilkom itu sarana mencari sahabat untuk hidup di dunia dan akhirat...( Umroh Machfudza Sihaloho )

Maaf, Bu, baru sempat membalas.
Bagi saya, Fasilkom adalah keluarga baru. Rasanya nyaman berada di lingkungan Fasilkom, seperti berada di rumah sendiri :D (Nisrina Rahmah)

Bagi saya, Fasilkom sudah seperti rumah kedua. Saya bisa betah berlama-lama di Fasilkom, entah itu untuk mengerjakan setumpuk tugas, atau sekadar berkumpul bersama teman-teman.. itu semua karena setiap elemen di Fasilkom dapat membuat suasana yang nyaman untuk saya (Wira Pramudy)

Fasilkom sudah seperti rumah kedua saya
Berbagai macam aktivitas dan kegiatan sebagian besar dilakukan di dalamnya. Contohnya mengerjakan tugas yang sangat amat banyak tapi semakin menyatukan satu sama lain, bertemu dengan teman-teman yang memiliki berbagai macam karakteristik sehingga menghilangkan kebosanan (Fauria Bisara)

Fasilkom adalah jembatan yang harus saya konstruksi untuk menyeberang ke dunia karir yang sesuai dengan passion saya. Your job is not always your carreer. Setelah lulus dari fasilkom dan bekerja, bisa saja pekerjaan saya itu mulanya bukan karir saya, namun dengan segala bekal yang saya dapat di Fasilkom, saya yakin suatu saat nanti saya dapat mencintai apa yang saya lakukan, dan dapat menjalani pekerjaan saya dengan hati yang ringan, sehingga apa yang saya lakukan mendapatkan ridho dari Yang Maha Pencipta.
Fasilkom memberikan saya banyak pelajaran, fasilkom mengajarkan saya untuk mencari jalan keluar dari segala masalah saya, fasilkom mengajarkan saya bahwa sejak awal saya tidak pernah dibiarkan sendirian. Selalu ada teman-teman dan orang-orang yang peduli dengan keadaan saya. Dan karena mereka-lah saya kuat. Karena mereka-lah, saya belum akan menyerah dulu. Terima kasih teman-teman. Terima kasih, Bu Kasiyah. Terima kasih, Fasilkom. (Nur Nindya Karina)

Hmm, Fasilkom...
Bagi saya saat ini, Fasilkom adalah "segalanya".
Fasilkom keluarga saya;
Fasilkom rumah saya;
Fasilkom kebanggaan saya;
Fasilkom tempat saya menuntut ilmu;
Fasilkom tempat ibadah saya (mushola Fasilkom :p);
Fasilkom batu loncatan saya menuju dunia;
Fasilkom warnet saya;
Fasilkom restoran saya;
Fasilkom mall saya;
Fasilkom adalah "segalanya";
Begitulah pandangan saya terhadap Fasilkom. Memang agak terkesan lebay, tapi inilah kenyataannya.
Saya ingin berjuang di Fasilkom, dan saya ingin menang dan mencapai puncak dunia dengan lambang biru-merah di dada. :D (Nanda Firdaus)

Fasilkom...........
Bagi saya, Fasilkom bukan hanya tempat kuliah, tetapi juga tempat untuk mengenal, mengerti dan memahami orang-orang yang ada di lingkungan saya. Fasilkom tidak hanya memberikan saya teman-teman, tetapi lebih dari itu, Fasilkom memberikan saya keluarga baru yang sangat hangat dan dekat.Keluarga saya itulah yang selalu memberikan semangat dan support saat saya merasa dalam kesulitan.Keluarga itulah yang membuat saya tidak ingin kehilangan moment sedikitpun saat berada di Lingkungan Fasilkom.Fasilkom terlalu istimewa sehingga tidak cukup jika hanya diungkapkan dengan kata-kata. (Farah Shafira Effendi)

Bagi saya, fasilkom adalah sebuah miniatur dunia..
dunia yang kecil, tetapi nyaman karena penduduknya ramah..
Selain itu banyak hal-hal unik yang belum tentu bisa kita temukan di "dunia lain"..
Banyak "petualangan" yang bisa kita ikuti dengan motif beragam, mulai dari hanya mengejar experience dan point (nilai) sampai dengan motif sosial atau mencari teman..
Fasilkom itu asyik, seasyik bermain game online (memang kadang bermain game online sih)
Pokoknya, fasilkom is F.U.N (gaya spongeb*b) (Aditya Eka P)

Fasilkom bukan hanya sekadar tempat kuliah dan mendapatkan ilmu formal. Disini kita bisa mendapatkan berbagai ilmu. Banyak sekali orang hebat yang ada disini, kita bisa belajar dari mereka akan ilmu kehidupan. :D (Andhika Yudha Utomo)

Fasilkom : tempat mencari ilmu yang menyenangkan, karena ada rasa kekeluargaan. Fasilkom adalah keluarga kedua bagi saya. :D (Khafidlotun M)

Maaf sebelumnya karena baru melunasi hutangnya sekarang bu
Bagi saya fasilkom itu luar biasa.Penuh hal-hal yang tak terduga bagi saya.
Fasilkom adalah keluarga,tempat belajar,bermain semua hal yang berada di dalamnya benar-benar mendewasakan saya. Tak sabar lagi saya menunggu apa yang akan saya berikan untuk fasilkom begitu pula sebaliknya bu (Aditya Tri Anggoro)

Maaf, bu. Baru saya jawab sekarang.
Bagi saya fasilkom seperti rumah dan keluarga kedua saya.
Tempat untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti dan agar dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.
Saya harap saya dapat belajar dari orang-orang hebat yang ada di fasilkom.
Terima kasih, bu. :D (Elizabeth)

'What Fasilkom Means to Me' ??
hmm,, mungkin lagu Chantal Kreviazuk bisa mewakili,,
It feels like home to me...
It feels like home to me... ^_^
Sebenarnya sewaktu awal masuk Fasilkom saya merasa minder, apalagi setelah membaca message dari grup FB Fasilkom2010 yang kalo tidak isinya minta doa karena ada dua orang teman angkatan2010 yang mau ikut olimpiade komputer di Kanada. Yang ada di otak saya waktu itu, "Anak Fasilkom pasti hebat-hebat banget." Ya, ternyata orang-orang di Fasilkom memang hebat-hebat.
Tapi lama kelamaan rasa minder itu berubah menjadi motivasi, apalagi setelah merasakan warga Fasilkom ternyata baik-baik dan saling tolong menolong. Tidak ada senioritas, tidak ada perbedaan antara si pinter dengan si kurang pinter. Semuanya sama-sama belajar, semuanya memiliki kelebihan dan kerurangan masing-masing dan saling melengkapi.
Walaupun kuliah dan tugas-tugas di Fasilkom cukup berat, tapi benar kata Bu Kasiyah, "semuanya pasti berlalu". Yang paling saya rasakan adalah sewaktu liburan akhir semester kemarin. Entah kenapa ada rasa puas tersendiri, walaupun belum tau IPnya berapa, tapi setidaknya sudah melalui masa-masa dimana kita diuji oleh banyak hal.
Rasa bahagia itu akan lebih berkesan jika kita telah mengetahui bagaimana rasanya tidak bahagia. Dan di semua masa-masa itu ada teman-teman yang bisa saling berbagi (karena mungkin mengalami nasib yang sama). Dan bagi saya mereka tidak hanya sebagai teman, tapi juga keluarga baru saya yang sama-sama berjuang untuk menjadi manusia-manusia hebat di masa depan. (Nurlaili Fajriyah)

Tidak jauh berbeda dengan yang lain, bagi saya fasilkom adalah sebuah keluarga besar bagi saya. Hingga terkadang saya bisa sungguh benar-benar sangat amat kangen dengan suasana di kampus baik itu saat kuliah atau hanya bersantai-santai dan bercanda dengan teman-teman
Kalau mengingat cerita bu Kasiyah minggu lalu, mungkin pertemuan saya dengan keluarga fasilkom saat ini adalah suatu yang sudah "direncanakan" (Verdya Adli Farizan)

Maaf baru menjawab..
1 kalimat yang bisa menggambarkan makna fasilkom bagi saya..
"Fasilkom adalah titik balik kehidupan saya."
mungkin sedikit tersirat hehe.. (Silvia Irma Wahyuni)

Fasilkom itu bagi saya bagaikan 2 bilah mata pedang.Di satu sisi, saya merasa seperti mempunyai keluarga baru yang membuat saya nyaman dan aman.Di sisi lain, membuat saya merasa capek dan jenuh akan "susah" nya pelajaran-pelajaran di Fasilkom.Dan terdakang malah membuat saya berpikir, benarkan disinilah tempat yang benar-benar cocok dan pantas untuk diri saya. Tapi yang terpenting, Fasilkom itu bagaikan "Rumah Kedua". (Egidius Richang)

Bagi saya Fasilkom itu adalah keluarga ke-2.Tempat saya memahami kembali arti dari kebersamaan dan kekeluargaan.Tempat saya mengerti kalau ada cara yang menghebatkan kita melalui cara-cara yang kurang kita sukai. (Ryan Riandi)

Tentang makna fasilkom bagi saya.
saya memiliki 2 sudut pandang untuk fasilkom apabila saya melihat dari sisi kekeluargaannya. Fasilkom sangatlah erat dalam hal tersebut, saya merasa nyaman disini namun apabila saya melihat dari sisi lain fasilkom yaitu sisi akademisnya saya merasa belum nyaman dengan apa yang ada di fasilkom, masih ada yang mengganjal di hati saya, ada rasa kekurangcocokan antara diri saya dan ilmu yang dipelajari di sini. (Puji Martadinata)

Awalnya di fasilkom saya merasa asing, apalagi saya sendirian dari aceh untuk tahun ajaran ini. Tapi lambat laun dapat mengenal semakin banyak teman dan elemen di fasilkom mulai membuat saya merasa nyaman dalam berteman, padahal baru kenal ketika sudah fasilkom. Mereka orang-orang hebat yang akan ada dan sangat membantu saya dalam banyak hal. Malahan fasilkom seperti rumah kedua, mengingat berangkat sejak pagi ke kampus dan pulangnya baru afdhol kalo sudah malam. Inilah yang kemudian memotivasi saya untuk terus berusaha bertahan, bersyukur dan mencintai apa yang saya miliki sekarang. (Wija Achyana)

Bagi saya, fasilkom adalah bagian dari hidup saya. Sebagian dari hari-hari saya dilewati di fakultas ini bersama para dosen dan teman-teman. Baik saat bahagia, makan bersama , duka, mengerjakan tugas bersama yang beberapa diantaranya dikerjakan dibawah tekanan, dan hal-hal lain yang tak bisa saya sebutkan satu per satu. Pahit manis keseharian saya alami disini, tapi itulah hidup, dan semoga semua ini memberi manfaat bagi kita semua (Muhammad Iqbal)

Untuk saya fasilkom bukan hanya tempat dimana kita mengejar akademik saja, tapi disinilah justru awal kehidupan yang baru buat kita, dimana kita dituntut lebih mandiri dan lebih mampu membuat segala keputusan. dan bukan hanya proses pendewasaan itulah yang kita dapatkan di fasilkom, fasilkom juga memberikan sebuah atmosfir yang baru buat kita, dimana lingkungannya sangat nyaman dan menghadirkan satu kesimpulan untuk saya, dimana fasilkom adalah suatu "rumah" baru untuk kita semua, karena semua orang di fasilkom terasa sangat dekat, kompak dan dengan segala event-event yang dilalui bersama, sehingga kita bisa menemukan sebuah "keluarga" baru.. (Harish Muhammad Nazief)

Bagi saya fasilkom selain sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai tempat membentuk kepribadian..terima kasih (Ade Sudiman)


Sekian :))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.