Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Perspektif Berbeda Saat Rewatch Drama jaman SMP untuk Kedua Kali

Rewatch drama jaman dulu selalu ngasih after taste yang berbeda. Princess Hours adalah drama Korea adaptasi komik Korea yang inti ceritanya adalah meniru drama Princess Diana. Hampir mirip sih meski cukup berbeda. Intinya drama yang mengandaikan kalau Korea masih menganut sistem monarki republik, ada raja dan perdana mentri. Serial ini khusus menyoroti drama politik kekuasaan, masalah keluarga, dan komedi romantis. Dulu waktu sekolah nonton kayaknya cuma fokus ke tokoh yang baik atau lakon, dan jahat, atau musuh. Pokoknya siapapun musuhnya, dan apapun yang dia lakukan untuk menghalau lakon, akan selalu dimisuhi wkwkwk. Nonton Princess Hours kedua kali tahun 2016, punya point of view yang beda lagi. Pas jaman ini, aku kaya "Ihh bosen banget ya rumus drama Korea, sangat tidak realistis. Pasti ada satu cewek diperebutkan dua cowok, lalu ada satu cewek lagi yang naksir salah satu cowok. Belum lagi adegan khas romansa Korea yang cringe banget, ada adegan jatuh lah, berantem, dari benci...

Monster by Hirokazu Koreeda: Conveying Message Through Unique Plot

Sejak menonton Shoplifters dan beberapa film lain, aku selalu penasaran dengan karya selanjutnya dari Hirokazu Koreeda. Film-film nya tidak bisa ditebak, dan seringkali pesan yang disampaikan tidak terduga. Jika film atau serial lain, meski alurnya tidak biasa, sering bisa ditebak pesannya, maka film Koreeda sungguh meninggalkan kesan yang tidak terduga, yang seringkali menguji kembali nilai yang diyakini penontonnya. Kita gak disuapin pesan A atau B, namun kita ditunjukkan fakta yang membuat kita bertanya-tanya dan berefleksi tentang sesuatu, yang kebanyakan tentang keluarga. Tahun 2023 dia datang dengan film baru: Monster. Dari judulnya bukan film tentang keluarga. Tapi sebenarnya iya, terutama tentang anak-anak. Judulnya merupakan sebuah metafora dari kondisi orang-orang di sekitar anak-anak. Ceritanya, ada dua anak yang bertingkah aneh hingga menuduh guru dan orang tua yang memberi tekanan ke sekolah atas tuduhan itu. Film ini merangkai semua kejadian dengan sempurna, melalui struk...

Haikyuu!: The Power of Hunger

Bagus atau tidaknya sebuah karya sinema itu sifatnya personal. Kadang ada karya yang dianggap bagus, tapi bagi sebagian orang dianggap membosankan, entah karena pacing-nya yang lambat, plotnya yang membingungkan, atau ceritanya yang terlampau mainstream. Bagiku, tontonan yang bagus adalah yang bisa menyampaikan sebuah nilai dengan bijaksana tanpa menghakimi, apalagi sampai bisa mengubah pandangan akan suatu hal. Haikyuu! (dengan tanda seru) adalah salah satu serial yang mengubah sudut pandangku tentang kompetisi, yang dulunya kuanggap tidak penting (karena bisa meninggikan ego ingin merasa lebih jago wkwk). Setelah menonton Haikyuu, mataku terbuka akan pentingnya sebuah kompetisi. Melalui karakter Hinata Shouyou, nilai sebuah kompetisi disampaikan dengan apik. Dia mempunyai tinggi 163cm, cukup kecil untuk ukuran pemain voli yang kebanyakan pemainnya berbadan tinggi. Tapi kecintaannya kepada bola voli dan semangatnya untuk berkompetisi membawa kekuatan untuk menutupi tinggi badannya yan...