Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Bapak-Bapak Semesta

Suatu malam di jalanan Jakarta. Seorang bapak kulihat duduk di angkot. Membawa tas kerja. Memandang keluar jendela. Selepas melakukan tanggung jawabnya, sebagai karyawan, untuk memenuhi perannya sebagai suami dan bapak, dan sebagai apapun yg ilmu atau tenaganya dibutuhkan. Seorang bapak pergi naik kereta, dilanjutkan dengan angkot atau ojek. Bersama dengan manusia lain meniti jalan tak nyaman setiap hari. Ketidaknyamanan tak membuat berhenti. Ketidaknyamanan menjadi nyaman karena dilakukan setiap hari. Menjadikan kenyamananya ada di mana-mana. Saat pulang bapak itu tetap saja menunjukkan muka tulus. Walaupun mungkin saja harinya penuh dengan himpitan masalah. Kulihat lagi bapak yang lain. Dengan muka yg nampak lelahnya, tetap melayani orang lain sampai ke tujuannya. Baik sekali orang yang mau menjadi penghubung orang lain sampai ke tujuannya. Walau dengan bayaran yang tak seberapa. Kulihat lagi bapak yang lain. Mendorong gerobak entah sampai ke mana, sepertinya ke pasar. T...