Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Yang Berusaha

Setiap hari saya melewati pasar minggu untuk pergi bekerja. Kondisi jalanannya  berpadu dengan toko, pusat angkutan kota (angkot, metromini, transjakarta) pasar dan stasiun, tak usah ditanya seperti apa semrawutnya. Di tengah kesemrawutan itu, kadang saya menemukan banyak hal. Seperti pengemis di stasiun, bapak-bapak yang menjual koran malam2 (padahal sekarang orang prefer membaca berita secara online), ibu-ibu yang jual sayuran dan buah di malam hari, pengamen tunanetra yang menyanyi di depan stasiun, ibu-ibu tunanetra yang berjualan kerupuk, bapak pe jual tisu di terminal yang sangat ceria dan semangat menawarkan tisu dan handuknya, dan juga bapak2 yg secara sukarela mengatur lalu lintas di pertigaan karena semrawut sekali. Hm..

Menyepelekan Kebiasaan (Kecil)

Saya baru sadar kalau seringkali menyepelekan waktu luang dan kebiasaan kecil. Misal di kereta, saya hanya naik selama sekitar 12 menit, kadang saya melamun, atau iseng mengamati orang lain 'kenapa pada main hape semuaaaa wkwkw'. Padahal daripada begitu waktunya bisa saya manfaatkan untuk baca buku, lumayan dua tiga lembar. Begitu juga harusnya kalau setelah naik kereta saya naik angkot.