Setiap hari saya melewati pasar minggu untuk pergi bekerja. Kondisi jalanannya berpadu dengan toko, pusat angkutan kota (angkot, metromini, transjakarta) pasar dan stasiun, tak usah ditanya seperti apa semrawutnya. Di tengah kesemrawutan itu, kadang saya menemukan banyak hal. Seperti pengemis di stasiun, bapak-bapak yang menjual koran malam2 (padahal sekarang orang prefer membaca berita secara online), ibu-ibu yang jual sayuran dan buah di malam hari, pengamen tunanetra yang menyanyi di depan stasiun, ibu-ibu tunanetra yang berjualan kerupuk, bapak pe jual tisu di terminal yang sangat ceria dan semangat menawarkan tisu dan handuknya, dan juga bapak2 yg secara sukarela mengatur lalu lintas di pertigaan karena semrawut sekali. Hm..
terima kasih sudah mau singgah :)