Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Intellectual Humility

I write this is just because there is something that call my heart and my finger to make a post here, recently after watching Ustad Nouman’s video, which talk about intellectual humility. Suddenly I remember how much comments appeared on social media that blame our leaders, directors of companies owned by state, or even our comment about one of leader and functionary of a famous university when there are some issues about corruption. I think those have strong relation with this video. Ustad Nouman give an example about someone who looking for deen knowledge through learning hadits or Quran. Even we have learned so many things about the deen, we couldn’t be judgemental to someone who doing faults. We couldn’t say they’re wrong, that is not good.  We shouldn’t say something we don’t really understand. It should be the more we learn about deen, the more we can be a humble human. Our knowledge is still limited. We aren’t really qualified to judge people because we dont know what's i...

Perantara dan Tujuan

Sebenarnya sudah lama banget pengen nulis tulisan ini. Akhirnya di suatu pagi yang menggembirakan, karena ga jadi pergi ke Jakarta, memutuskan untuk menulis saja. Keputusan yang jarang, karena biasanya,  lebih memilih untuk tidur. Dalam suatu diskusi, ada yang bertanya, apa tujuan hidupmu? Ada yang menjawab “Beribadah”. Lalu kira-kira hal apa yang membuat mu bahagia? Lalu ada yang menjawab, “Semua kebutuhan dan keinginan bisa terpenuhi.” Jawaban polos, dan yang menjawab itu aku. Lalu, ditimpali “Apakah kebahagiaan hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan dan keinginan?”. Sepi. Sepertinya memang banyak yang belum tahu arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Untuk mencapai kebahagiaan, banyak orang yang mendefinisikan sesuai versi mereka. Masing-masing orang pun jadi punya definisinya masing-masing. Lalu pada akhirnya berusaha, berdoa kepada Tuhan agar apa yang ingin dicapai bisa terkabul, melibatkan Tuhan dalam setiap hal yang ingin kita capai, agar Dia meridhoi setiap langkah kita...

“Kami tidak akan pernah titik, kami akan selalu KOMA”

Excited banget, abis nonton teater. Kemarin itu adalah pertama kali nonton teater berbayar, pertama kali ke Taman Ismail Marzuki, dan pertama kali nya keluyuran di daerah Jakarta sampai jam 12 malam, haha. Yap, nonton teater yang dipentaskan oleh Teater Koma, berjudul Demonstran. Terima kasih kepada temanku, yang udah mesenin tiket, sehingga bisa dapet diskon 50% dan dapat tempat duduk yang strategis. Cerita nya, aku sih bisa nebak. Nyindir pemerintah, terutama DPR.