Langsung ke konten utama

Menyepelekan Kebiasaan (Kecil)

Saya baru sadar kalau seringkali menyepelekan waktu luang dan kebiasaan kecil.

Misal di kereta, saya hanya naik selama sekitar 12 menit, kadang saya melamun, atau iseng mengamati orang lain 'kenapa pada main hape semuaaaa wkwkw'. Padahal daripada begitu waktunya bisa saya manfaatkan untuk baca buku, lumayan dua tiga lembar. Begitu juga harusnya kalau setelah naik kereta saya naik angkot.


Misalnya lagi setelah azan sebelum iqomah atau sewaktu hujan, saya seringkali lupa kalau saat itu adalah salah dua waktu mustajab untuk berdoa. Siapa tahu saat itulah doanya akan dikabulkan.

Misalnya lagi saat pagi hari setelah subuh. Kadang ga sadar saya buka youtube atau twitter  nya terlalu lama, jd lupa baca Quran dan kondisi sudah siang. Harusnya baca Quran dulu, huhu. Kebiasaan buka socmed pagi hari ini lama-lama akan jadi terus-terusan (buat saya). Nah, kebiasaan ini sedang berusaha saya patahkan dengan deactivate akun facebook dan instagram, serta gak buka akun twitter punya sendiri sebulan Ramadhan ini (atau mungkin lebih).

Misalnya lagi, setelah sampai kantor, dulu, saya selalu terbiasa buka facebook, twitter dan instagram web untuk melihat apa yang terjadi di luar sana, terus kalau ada tautan berita diklik, baca. Jadinya setengah jam kemudian baru memulai kerja. Nah kalau setengah jam diakumulasi satu bulan? Mungkin udah bisa buat ngerjain suatu kerjaan ya.

Misalnya lagi (duh banyak yee haha), setelah memasak di dapur kosan kadang saya gak langsung ngebersihin kompor. Jadinya berminyak kan, dan numpuk minyaknya, akibatnya lama-lama susah dibersihkan. Coba kalau setiap selesai masak dilap pakai sabun, kompornya jd mudah dibersihkan karena gak banyak kotoran yang menempel. Orang yg masak setelah saya juga nyaman pakainya.

Itulah contoh hal-hal kecil yang kadang saya sepelekan. Semoga kamu gak sebegitunya ya 😂.

Kebetulan saya lagi baca buku, yg salah satu bagiannya membahas tentang pentingnya sebuah atensi, seberapa besar perhatian kita terhadap sesuatu. Jadi, atensi itu ternyata akan berdampak ke kinerja otak. Hal apa saja yang menyedot atensi kita paling banyak, akan mempengaruhi cara kita berpikir serta menyelesaikan masalah. Inti pesannya adalah sebaiknya kita memperhatikan hal apa saja yg menyedot atensi kita. Kadang kita memberi atensi berlebihan kepada sesuatu secara tidak sadar, dan itu akan membentuk alam bawah sadar kita.

Kebetulan lagi, saya kemarin dipinjemin temen buku berjudul The Power of Habit. This book awakens me haha.
"All of our life, so far it has definite form, is but a mass of habits. Most of the choices we make each day may feel like the products of well-considered decision making, but they're not. They are habits. And though each day habit means relatively little on its own, over time, the meals we order, what we say to our kids each night, whether we save or spend, how often we exercise, and the way how we organize our thoughts and work routines, have enermous impacts on our health, productivity, financial security, and happiness."

Dan bulan Ramadhan ini adalah waktunya men-training diri sendiri, dengan melakukan kebiasaan kebiasaan kecil yang baik. Semoga istiqomah ya semuanya! Aamiin.

*tulisan untuk mengingatkan diri sendiri
*tulisan dalam rangka #KebaikanRamadhan setiap hari.

Komentar