So, which of the favors of your Lord would you deny?
Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.
Jadi tanggal 16 Januari, tepat sehari setelah usiaku bertambah, aku mati-matian (ga ding, lebay) menyelesaikan paper yang dibuat berdasarkan skripsiku. Ngerjain nya di kantor (kampus) sampe sekitar jam 9an malaam. Waktu itu lagi hujan gede, petir dan sebagainya. Haha. Terus menjadi penghuni gedung C lantai 2 yang terakhir (kayanya), soalnya setauku di lab Nokia (selantai) ada beberapa anak angkatan 2011 yang sedang mengerjakan proyek. Tapi pas aku tengok menjelang pulang, sudah kosooong. Haha. Sempet takut, dan akhirnya ke pos satpam, dan pak satpam baik sekali mengantarkan pulang setelah hujan reda.
Jadi semester 8 aku menargetkan membuat paper dan disubmit di salah satu konferensi internasional. Kebetulan, tahun 2015 ada conference di Bandung dengan tema Human Computer Interaction, topik yang aku idam-idamkan. Tapi, topik skripsiku bukan itu, melainkan knowledge management. Yasudah, aku berencana bikin penelitian baru saja yang topiknya HCI. Aku udah punya ide untuk membahas interaction design dari sistem registrasi online BPJS. Tapi, apid wacanaaaaaa, baru dikerjakan menjelang deadline. hahaha. Pesimis kalau itu bakal jadi. Yaudah, akhirnya punya ide membujuk teman untuk mengubah skripsi HCI nya menjadi paper. Tapi suatu hari, aku melihat bahwa knowledge management menjadi salah satu topik dalam konferensi itu. Oke, akhirnya aku bikin folder di laptop 'paper no wacana', dan aku memutuskan untuk membuat paper dari skripsiku sendiri saja.
Proses submisi juga diwarnai dengan rasa terburu-buru karena selain udah menjadi penghuni terakhir, di luar juga hujan gede. Abstrak dan kesimpulan hanya dibuat dalam waktu beberapa menit saja, ngasal sekali. Apalagi pegecekan grammar hanya menjadi wacana semata. Haha, ga sempet dicek sama sekali.
Akhirnya, bismillah, submiit! Pas submit, diminta memasukka coresponding author yang ternyata harus berbeda dengan author. Yaudah, karena lagi buru-buru dan kebetulan lagi chattingan sama teman, anak FE, aku meminta izin menyantumkan namanya sebagai corresponding author. Ngasal banget kan, haha. Mana ternyata email temanku yang kumasukkan salah pula. wkwkwk. Karena bikin nya ngasal, aku sangat tidak berharap akan diterima.
Tiba-tiba, hari minggu, sesaat setelah berenang, aku mengecek email di tab. Oh God, paperku loloos! Ga nyangka T.T Padahal bikinnya ngasal beut itu. Tapi alhamdulillah.
Dan sekarang, aku sedang mengedit papernya. Aku baru ingat, aku harus login dulu di sistem submisi papernya untuk melihat apa saja yang terjadi di sana, barangkali ada informasi penting.
Jeng jeng...ternyata ada 4 review atas paperku. Entah kenapa aku takut sekali bacanya, karena selain bikin nya ngasal, grammar ga dicek, pasti ada beberapa komentar tentang konten nya yang ga sesuai sama topik. Dan iya benar, ada salah satu reviewer yang bilang begitu. Tapi, terlepas dari itu semua, yang ingin aku soroti sebenarnya adalah...kenapa aku begitu takut dan was-was membaca hasil review paperku. Takut kalau banyak salah (padahal wajar ya gak seeeh) terutama di susunan kalimatnya, takut dikomentari pedes dan takut dikritik tajam. Padahal, aku tahu, kalau komentar dan kritik seperti itulah yang akan membuat kita berubah menjadi lebih baik.
Tapi entah kenapa aku takut sekali. Hahaha T.T. Waktu menulis 'curhatan' ini saja, aku masih belum selesai membaca reviewnya, ga kuat broh. Gayaku membaca review mirip orang yang sedang menonton film horor, menutup mata dengan tangan, sok sok an takut padahal liat juga. hahaha.
Konferensi nya akan dilaksanakan awal April, dan setiap paper harus wajib dipresentasikan, in English. Soalnya sebagian reviewer asalnya dari luar negeri. Haft.
Semoga Allah memberiku rasa santai biar ga panik >.<. Mohon doanya :)
kyaaa lolos Pid, congrats! :D
BalasHapusDyta waktu itu ga jadi submit, ga sempet :"
Semoga dilancarkan segala prosesnya :D
Iya makasih dyt, aamiin. Tapi malah deg deg an ini haha T.T
BalasHapuskamu sama kaya rahma, aku bujuk2 tp akhirnya ga jadi submit, haha.
haha iya nih, trus nyeselnya baru sekarang gitu >,< haha
BalasHapus