Langsung ke konten utama

Rehat


At a certain point of time, human need doing nothing in a while, relaxing the mind, pretending to have nothing to do, and giving all the time just for the sake of self goodness. No more think about other people's life being. Just totally focus to be happy at the time.



Pengalaman seminggu kemarin bener2 ngasih pelajaran banget. Jikalau baru saja begadang, maka jangan sekali2 lah lanjut begadang dan kurang tidur lagi. Apalagi makan nya ga sehat, makan KFC pas buka puasa wkwk ._. Akibatnya, membatalkan puasa karena asam lambung kumat di tengah perjalanan kereta menuju Bogor.
Pengalaman tsb juga memberitahuku betapa sensitif nya perutku terhadap makanan junk food. Gapapa lah, biar ga makan gituan lagi.

Sehabis dikejar banyak deadline di kantor, yg diakibatkan menjadi satu2nya system analyst di kantor, banyak analisis dan desain sistem yg diserahkan padaku, baik itu proyek lama ataupun calon proyek baru.
Aku pun sempat lembur sampai jam 9an, dan sampai kosan mengerjakan lagi sampai jam 1 malam. Bangun pagi buat sahur dan berangkat pagi ke kantor jam setengah 8. Lalu malamnya langsung tepar karena mungkin kecapaian.
Besoknya memutuskan untuk 'numpang tidur di dalam mesjid' (you know what), tanpa persiapan apapun. Setelah taraweh makan junk food tanpa ditemani buah. Tidur beralaskan sejadah dan berselimutkan mukena. Setelah sholat subuh terlihat begitu fresh dan ga ngantuk, kupikir baik-baik saja. Sampe kosan tidur. Lalu pergi ke stasiun Bogor agak siang, mau nyetak tiket kereta. Nah, di kereta itulah perut meronta-ronta. Kombinasi antara asam lambung yang naik dan kebanyakan angin dalam perut. Perut rasanya kaya diperes-peres seperti mau melahirkan, sambil muntah muntah huek huek tanpa ada outputnya, dan keluar air mata. Kalau aku mulai berpikir sesuatu, asam lambung makin naik dan sampai ke kerongkongan, lalu huek huek lagi.
Kondisi yang susah. Akhirnya, glek glek , puasa batal. TKP Stasiun Bogor.

Sepertinya hanya butuh istirahat sejenak dan tidak memikirkan apa-apa dulu, termasuk kegiatan baksos yg sedang direncanakan.
Bahkan aku sempat bilang, mau rehat sebentar ga ngapa2in dulu. It seems aku manja banget ya haha ._.

Tapi emang bener, sehabis mengistirahatkan pikiran dan minum obat dan makan buah-buahan, asam lambung mulai menunjukkan kebaikannya, lama-lama dia menghilang.
Pada suatu waktu, memang kita butuh berhenti sejenak, menghening sejenak, menikmati setiap tarikan nafas beserta denyut jantung yang dianugerahkan oleh-Nya. Hanya itu saja.

Bukankah, hidup ada perhentian, tak harus kencang terus berlari. Helakan nafas panjang, tuk siap berlari kembali (kopas lagunya Padi).

Yeah, yuk lari lagi abis ngambil ancang-ancang :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.