Semester 6, selain aku mendapat IP tertinggi selama kuliah
*sombong*, aku juga mendapatkan sesuatu, bisa dibilang bonus kali ya, asam
lambung. Dan selain untuk pertama kalinya membuat sebuah sistem informasi, ‘menikmati’
ngoding, ternyata malah membuat sistem pencernaanku sendiri terganggu. Banyak
begadang ngerjain sistem, plus ngambil sks dengan jumlah terbanyak sepanjang
kuliah, plus jadi asdos, plus masih nge-BEM. Hahahaha, rasain apitonk.
Sesuatu yang kini agak mengganggu, karena sangat sensitive dan
baper. Telat makan dikit, rewel. Makan pedes dikit, ngambek. Makan yang
berbumbu tajam, marah. Stress dikit, perutnya jadi sebel. Dia gak mau mengalami
semuanya.
Dan sampai sekarang makan harus hati-hati banget, gak boleh
begadang, dan gak boleh makan junk food yang notabene sebenarnya enak. Dan aku
harus sering-sering mensugesti diri sendiri bahwa junk food itu tidak enak,
sangat tidak enaaak.
Dan efek positifnya jadi gak makan sembarangan, banyak makan
buah sebelum makan berat, lebih hati memilih makanan, dan sekaligus menjadi
usaha biar gak kena kista. Kenapa kista? Karena kista itu rawan menghampiri
rahim perempuan yang belum menikah. Biasanya dipicu oleh salah satunya makanan
yang tidak sehat, banyak micin. Pernah kenalan sama mbak-mbak humas FT,
ternyata dia makan nya harus yang organic, karena lagi pengobatan herbal akibat
punya kista di rahimnya. Dan aku tanya kenapa, penyebabnya ya karena sering
makan sembarangan dan junk food.
Akibatnya aku berwacana masak sendiri, tapi ternyata sangat
tidak sempat, paling weekend, tapi karena sudah menjadi orang sibuk *prĂȘt*,
weekend pun agak sibuk karena hampir selalu ada agenda.
Komentar
Posting Komentar