Yap. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi peserta UX
Fundamental Class oleh Somia Customer Experience selama sebulan, dan dibayarin
kantor pula. Bertempat di East Venture Hive
kawasan Kebayoran, training ini hanya diikuti oleh 24 peserta alias
limited seat! Yohaa.
Hari pertama kemarin berkenalan dengan peserta lain dan dibentuk
grup. Ternyata background pesertanya macammacam, tapi gak ada yag programmer
yah haha. Graphic designer, ux designer, product manager, interaction designer,
account executive, mahasiswa dan keknya aku satu2 nya system analyst hoho.
Gapapa lah ya masih nyambung.
Materi inti dari kelas ini adalah tentang proses UX dari awal
sampai akhir dengan mengambil suatu masalah nyata, yang dirasakan banyak orang.
Agak disayangkan masalah yang diambil adl Jakarta lagi Jakarta lagi, sepertinya
semua masalah tertumpuk di Jakarta ya haha. Peserta diminta untuk mendesign
suatu cara untuk membantu warganya commute, atau bertransportasi dari satu
tempat ke tempat lain menggunakan sarana yang ada. Yohaa, masalah transportasi
Jakarta udah akut dan susah disembuhkan. Tapi disitulah tantangannya. Tapi aku
jadi sadar kenapa yang dipecahkan adalah masalah ini. Karena waktunya cuma
sebulan dan kami semua rata-rata berada di Jakarta. Jadi setiap hari mengalami,
dan data yang hendak dicaripun tersedia dimana-mana.
By the way apa yang diajarkan itu hampir mirip sama teori Human
Centered Design yang kubaca dari berbagai sumber. Yap emang agak beririsan si.
Kalau UX itu bagaimana merancang sesuatu agar human friendly, gak cuman masalah
digital aja tapi juga service in real life. Sedangkan HCD itu lebih solve
problem dari masalah yang berkaitan dengan manusia, dengan menggunakan manusia
sebagai objek utama yang akan dibantu, jadi solusi nya ya harus
mempertimbangkan aspek manusia baik sebagai individu ataupun dalam komunitas.
Dalam training ini, hal yang akan diajarkan meliputi 4 tahap
besar: User Research (menari data pengguna layanan yang menjadi objek),
Interaction Design (membuat konsep solusi dan prototype solusi), User testing
(meguji seberapa efektif solusinya), dan Communicating Design (bagaimana
mengkomunikasikan hasil temuan dan rekomendasi solusi kepada stakeholder). Waktu yang cukup singkat dengan peserta yang
semuanya bekerja. Nah, di training itu juga kita diminta untuk berpikir cepat
dan tanggap. Waktu dikasi masalah, beberapa saat setelah presentasi, semua
peserta juga langsung diminta untuk merumuskan masalah dengan diskusi di dalam
tim selama 5 menit. Padahal topic masalah yang diberikan sangat umum dan
peserta diminta memilih spesifikasi rumusan masalahnya. Waktu menentukan metode
pencarian datanya juga cepat, haha. Pokoknya serba grecep grecep. Daan, dalam seminggu ini aku harus bisa
mendapat data wawancara dari beberapa orang, yang menggunakan commuter line
pada rush hour.
Let me tell you briefly about what UX design really is. UX itu
part of design, atau salah satu cabang design. Bahwa pada dasarnya suatu
product atau layanan gak hanya dilihat secara output, tapi yang terpenting, apa
yang orang rasakan ketika menggunakan suatu produk/layanan? Apakah tujuan orang tersebut tercapai? apakah selama proses penggunaan mereka frustasi dan sebagainya?
Bagaimana produk / layanan itu bekerja memenuhi kebutuhan dan tujuan penggunanya?
That are the problem that UX want to solve.
Kata Om Steve Jobs “Design is not just what it looks like and
feels like. Design is how it works.” UX is part of design, or can be said as
element of design. UX meliputi segala aspek yang melibatkan interaksi pengguna
dengan suatu produk atau layanan. Produk nya juga bukan melulu barang kelihatan
atau software digital, tapi juga termasuk bangunan.
Kenapa UX itu penting? Bayangkan dalam suatu stasiun atau bandara,
rancangan petunjuknya semrawut, diletakkan sembarangan tanpa mempertimbangkan
susunan bangunan dan kebiasaan pengunjung. Pasti banyak yang bingung, dan pak
satpam kewalahan menjawab pertanyaan dari banyak orang. Akhirnya pak satpamnya
ditambah, dan spend budget nya jadi lebih gede deh. Atau di kasus e commerce,
rancangan websitenya tidak mudah dimegerti, pasti Customer service nya
kewalahan dan spend budget lagi buat nambah CS. Belum lagi jika banyak
pengunjung/pengguna yang frustasi dan pada akhirnya malah pindah ke
produk/layanan lain. Merugi. Yah intinya UX ingin membantu semua pihak biar sama-sama
enak menjalankan hal-hal dalam kehidupannya. Good UX = Good Business.
Dalam UX ada beberapa proses yang mesti dilalui.
( to be continue)
Komentar
Posting Komentar