Langsung ke konten utama

Meredam

Kamis lalu, dan beberapa hari dalam dua tahun belakangan, hari saya diwarnai oleh banyak warna emosi, positif dan negatif, baik yang berasal dari orang lain, sampai yang berasal dari diri sendiri.

Kamis lalu, ada yang notice bahwa emosi saya sedang tidak stabil. Padahal di tulisan sebelumnya, saya menulis bahwa emosi negative dari orang lain tidak seharusnya dimasukkan ke dalam hati. Hahaha, kemakan omongan sendiri kan. Gapapa, karena semua tulisan di blog ini memang untuk mengingatkan diri sendiri,jadi ya harap dimaafkan kalau-kalau lupa diaplikasikan. Orang yang notice itu langsung mengajak saya makan di luar dan memberi beberapa masukan. Salah satunya adalah watch again your intention to do what yo want to do, jangan sampai salah niat, jangan keluar karena sesuatu yang mengganggu, tapi keluarlah karena ada kesempatan di luar sana yang lebih besar. Jangan memutuskan sesuatu karena emosi. Redam dulu emosinya.

Di lain waktu, saya juga diberi nasehat oleh teman baik saya. Ketika saya bingung apakah ini saatnya menaklukkan ketakutan diri dan break the limit, atau saya harus mengakui bahwa saya punya limit. Katanya “You don’t need to admit anything, because we are all have those limits.” Saya jadi sadar, melakukan sesuatu yang serasa menguras energi, baik secara fisik dan emosi, adalah bukan tentang batasan diri, tapi pilihan. Ini adalah tentang pilihan diri sendiri untuk berhenti atau terus menjalani. Jika terus menjalani, jalanilah dengan baik, jangan mengeluh karena kamu sudah memilih. Jika berhenti, ya terima risikonya. Intinya jangan pernah mengeluh dengan segala sesuatu yang telah kita pilih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.