7 April 2017
Hari ini berasa dapet rejeki banget, yang lebih dari sekedar materi, yaitu cerita dan pengalaman. Dua hal yang saya sukai. Sebuah cerita bisa melahirkan semangat, menularkan informasi yang berguna, dan memberikan pengetahuan yang tidak bersifat menggurui. Sebuah cerita juga adalah refleksi keterbukaan, yang menimbulkan rasa nyaman dalam berkomunikasi, dan tidak membuat kita berasumsi.
Cita cita saya banget, untuk membentuk sebuah keluarga yang suka saling bercerita, walaupun cerita hal-hal tidak penting. Misalnya baru saja berperang dengan kecoa. Haha.
Tadi siang, saya dan dua orang teman berkesempatan berkunjung ke seseorang asli Wonosobo, yang telah sukses berkontribusi di ranah penanggulangan kemiskinan. Yap, namanya Mas Ahmad Karim, bekerja menjadi PNS di Bappenas. Kami baru kenal lewat messenger, dan baru bertemu tadi. Beliau bercerita panjang lebar tentang masa SMA nya yang ternyata lucu dan seru, masa perjuangan bisa melanjutkan S2 di Amerika, masa perjuangan tesisnya, rencana beliau untuk lanjut S3 di Amsterdam, resep-resep kuliah di luar negeri, nasihat untuk melanjutkan S2, bagaimana menyusun sebuah riset, dan beberapa ilmu menanggulangi kemiskinan, sampai cerita tentang istrinya yang sedang lanjut S2 beserta dengan cita-citanya. Kayanya kalau semua ditulis bisa jadi sebuah buku. Haha
Beberapa kisahnya pernah kubaca di blog Indonesia Mengglobal, dari mulai gimana pindah jurusan, akhirnya menemukan sesuatu yang sangat menarik buat beliau, hingga perjuangan yang menjadikan tesisnya adalah tesis terbaik di Indiana University pada waktu itu. Beliau bisa dibilang ahli antropologi, dan sepertinya sangat mencintai apa yang dilakukannya. Hal yang beliau pegang teguh adalah, cari ilmu, jangan pikirkan nanti kerjanya bagaimana. Cari ilmu yang disuka, karena jika niat kita bantu orang lain, pasti akan ada jalan. Tesis beliau mengupas tuntas tentang homeless di Amerika. Menarik ya, karena masalah homeless itu kompleks. Tadi dijelasin (sok mengerti) kalau ilmu untuk memecahkan masalah homeless itu beragam, sosial, psikologi, politik, ekonomi dsb. Wow wow sendiri. Lalu tesisnya dijadikan referensi buat nyelesein masalah di Amerika itu dong. Masya Allah ya.
Beliau juga cerita perjuangan di Amerika itu tidak mudah. Bahkan awalnya beliau tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan profesor dan dosen pas kuliah. Mau kuliah berasa mau ujian karena harus baca buku dulu, baca paper dulu. Setelah satu semester berlalu, akhirnya beliau bisa beradaptasi.
Karena jika saya ceritakan semua akan menjadi sebuah buku, maka saya rangkum aja beberapa poin penting yang beliau sampaikan, ditulis biar saya ingat terus.
* Kalau mau melanjutkan sekolah, cari ilmunya, jangan galaukan kerjanya nanti gimana. Yang pening kita suka dulu ilmunya, dan niatkan untuk membantu orang lain keluar dari masalahnya.
* Akumulasi pengalaman adalah yang akan membentuk siapa kita sekarang, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk terus berkembang. Pengalaman itu jugalah yang bisa mengantarkan kita jika ingin melanjutkan studi.
* Jangan lupa ibadahnya dan sedekahnya. Lakukan satu amalan yang hanya kita sendiri dan Allah yang tahu, terus lakukan. Nanti akan keliatan rejeki dan keajaiban yang seringkali lebih baik dari yang kita bayangkan karena datangnya dari Allah. Jangan lupa bersabar menunggu semua itu terjadi.
Sekian. Nanti lanjut lagi kalau ada poin yang diingat lagi. Hehe.
Hari ini berasa dapet rejeki banget, yang lebih dari sekedar materi, yaitu cerita dan pengalaman. Dua hal yang saya sukai. Sebuah cerita bisa melahirkan semangat, menularkan informasi yang berguna, dan memberikan pengetahuan yang tidak bersifat menggurui. Sebuah cerita juga adalah refleksi keterbukaan, yang menimbulkan rasa nyaman dalam berkomunikasi, dan tidak membuat kita berasumsi.
Cita cita saya banget, untuk membentuk sebuah keluarga yang suka saling bercerita, walaupun cerita hal-hal tidak penting. Misalnya baru saja berperang dengan kecoa. Haha.
Tadi siang, saya dan dua orang teman berkesempatan berkunjung ke seseorang asli Wonosobo, yang telah sukses berkontribusi di ranah penanggulangan kemiskinan. Yap, namanya Mas Ahmad Karim, bekerja menjadi PNS di Bappenas. Kami baru kenal lewat messenger, dan baru bertemu tadi. Beliau bercerita panjang lebar tentang masa SMA nya yang ternyata lucu dan seru, masa perjuangan bisa melanjutkan S2 di Amerika, masa perjuangan tesisnya, rencana beliau untuk lanjut S3 di Amsterdam, resep-resep kuliah di luar negeri, nasihat untuk melanjutkan S2, bagaimana menyusun sebuah riset, dan beberapa ilmu menanggulangi kemiskinan, sampai cerita tentang istrinya yang sedang lanjut S2 beserta dengan cita-citanya. Kayanya kalau semua ditulis bisa jadi sebuah buku. Haha
Beberapa kisahnya pernah kubaca di blog Indonesia Mengglobal, dari mulai gimana pindah jurusan, akhirnya menemukan sesuatu yang sangat menarik buat beliau, hingga perjuangan yang menjadikan tesisnya adalah tesis terbaik di Indiana University pada waktu itu. Beliau bisa dibilang ahli antropologi, dan sepertinya sangat mencintai apa yang dilakukannya. Hal yang beliau pegang teguh adalah, cari ilmu, jangan pikirkan nanti kerjanya bagaimana. Cari ilmu yang disuka, karena jika niat kita bantu orang lain, pasti akan ada jalan. Tesis beliau mengupas tuntas tentang homeless di Amerika. Menarik ya, karena masalah homeless itu kompleks. Tadi dijelasin (sok mengerti) kalau ilmu untuk memecahkan masalah homeless itu beragam, sosial, psikologi, politik, ekonomi dsb. Wow wow sendiri. Lalu tesisnya dijadikan referensi buat nyelesein masalah di Amerika itu dong. Masya Allah ya.
Beliau juga cerita perjuangan di Amerika itu tidak mudah. Bahkan awalnya beliau tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan profesor dan dosen pas kuliah. Mau kuliah berasa mau ujian karena harus baca buku dulu, baca paper dulu. Setelah satu semester berlalu, akhirnya beliau bisa beradaptasi.
Karena jika saya ceritakan semua akan menjadi sebuah buku, maka saya rangkum aja beberapa poin penting yang beliau sampaikan, ditulis biar saya ingat terus.
* Kalau mau melanjutkan sekolah, cari ilmunya, jangan galaukan kerjanya nanti gimana. Yang pening kita suka dulu ilmunya, dan niatkan untuk membantu orang lain keluar dari masalahnya.
* Akumulasi pengalaman adalah yang akan membentuk siapa kita sekarang, jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk terus berkembang. Pengalaman itu jugalah yang bisa mengantarkan kita jika ingin melanjutkan studi.
* Jangan lupa ibadahnya dan sedekahnya. Lakukan satu amalan yang hanya kita sendiri dan Allah yang tahu, terus lakukan. Nanti akan keliatan rejeki dan keajaiban yang seringkali lebih baik dari yang kita bayangkan karena datangnya dari Allah. Jangan lupa bersabar menunggu semua itu terjadi.
Sekian. Nanti lanjut lagi kalau ada poin yang diingat lagi. Hehe.
Komentar
Posting Komentar