Langsung ke konten utama

Sakit yang Melelahkan


Mau nulis untuk diri sendiri lagi.

Nah, kali ini mau cerita tentang sakit selama dua minggu.
Kenapa bisa sampai lama banget pid?
Yah, kayaknya lagi gak hoki.
Gak hoki gimana tuh?
Jadi sebenernya kena sariawan gitu udah agak lama, 30 Maret tu udah kerasa bengkak. Tapi aku belum mengambil langkah pasti untuk menghentikan serangan sariawan.
Tibalah hari Senin di mana aku harus ngantor, dan seperti biasa: gak pake masker pas naik gojek. Padahal polusi Jakarta kan ya gitu.
Senin malem, bibir mulai bernanah dan berdarah.
Selasa memutuskan ke dokter gigi. Udah disaranin temen sih ke dokter spesialis mulut karena itu bukan sariawan biasa.

Tapi aku mau mencoba ke dokter gigi dulu, barangkali gak butuh spesialis. Dokter meriksa luka, bilangnya sih sariawannya udah nyebar. Dia memberi obat namanya Aloclair, bentuknya pasta gel gitu. Katanya diolesin aja ke lukanya. Oke, saya manut.
Teman saya, yang adalah istri dari teman saya, yang mana dokter gigi juga, menyarankan untuk ke spesialis juga, karena udah keluar nanah berarti ada infeksi kan, harusnya gak cukup cuma obat sariawan biasa. Oh temanku sungguh teliti sekali.
Oke, aku ke dokter spesialis mulut di salah satu rumah sakit swasta di Depok.
Setelah memeriksa, dokternya tidak memberikan obat khusus melainkan mengiyakan untuk memakai Aloclair dulu, seminggu lagi kontrol kalau belum membaik. Aku udah mention kalau keluar nanah, tapi kata dokternya karena gak deman ya itu bukan infeksi. HMMMMMM.
Karena gak dikasih apa-apa, aku jadi yakin kan itu gak bakal parah an sembuh dengan obat itu.

Empat hari setelah pemakaian, ternyata bibirku membengkak, semua bibir gak cuma yang luka aja :(
Oke deh, berarti harus periksa lagi kan ya. Berhubung itu hari Sabtu, dan dokternya gak ada yang praktik, berarti aku harus menunggu sampai hari Senin.
Selama menunggu Senin, setiap malam hati ini ketar ketir, besok gimana kalau lebih parah, kalau keluar darah lagi (ya sempat keluar darah dan untuk menghentikannya aku kasih Aloclair yang membuat bibirnya sbenernya jadi keras).

Senin tiba dan pagi sekali aku mandi lalu bergegas untuk memeriksakan diri ke dokter yang buka dari jam 8. Sempat aku ke klinik Faskes pertama BPJS biar dapet referensi, siapa tau bisa dipakai dan hemat kan ya. Ternyata gak bisa saudara-saudara. Faskes pertama itu mengaku gak bisa pakai Faskes kunjungan (karena faskesku di Wonosobo). Lalu ku menghampiri RS di Depok itu dan ternyata dokternya gak masuk praktek. Jeder-jeder. Makin deg-degan akutu.

Selasa dini hari, aku terbangun dan susah tidur. Karena dokter di RS itu praktiknya Selasa sore, aku jadi ragu akan ke sana. Dini hari itu juga aku memutuskan untuk pergi ke Salemba, setelah melihat jadwal dokter di RSKGM FKG UI Salemba itu pagi semua.

Pagi-pagi hari Selasa ke Salemba berarti aku harus menghadapi arus lautan samudra manusia yang hendak bekerja di Jakarta dengan KRL.Oke nda papa biar cepet sembuh.

Baru pertama kali aku ke RSKGM FKGUI. Ternyata di sana sudah ramai sekali dan aku ikut mengantri. Setelah tanya ke mas-mas yang mengurusi registrasi, ternyata aku gak harus ikut antrian itu! Karena yang aku tuju adalah spesialis, jadi aku disuruh langsung ke paviliun khusus, kayak pengobatan eksekutif gitu khusus untuk yang mau ke dokter spesialis atau pengobatannya udah sama dokter yang bukan lagi koas atau residen. Yeay, selamat dari antrian.

Setelah menuju paviliun khusus yang letaknya di belakang RSKGM bagian pendidikan itu, aku diminta mengisi data untuk pasien baru. Setelah was-was menunggu, akhirnya giliranku dipanggil, alhamdulillah.

Setelah masuk. dokter nanya detai sekali. Untuk mengantisipasi hal itu, aku sudah menyiapkan kronologis sakitku dan dibikin per tanggal gitu, biar gak banyak ngomong karena lagi susah banget ngomong kan.
Pas masker dibuka, dokternya kaget dong, udah bengkak banget.
Lalu beliau kaget kenapa Aloclair dipakai dibibir? Soalnya harusnya untuk sariawan yang bagian dalam (bibir bagian dalam atau rongga mulut). Saat aku sampai kosan, kucek kemasan Aloclair dan tertulis "Dioleskan ke rongga mulut". Whaat, aku aja sampai gak baca wkwkwk. Tapi kenapa dokter yang di Depok itu menyarankan pakai itu? Kadang gak habis pikir, tapi ya namanya manusia wkwk. Semoga gak terulang di pasien lainnya.

Setelah kaget itu, beliau menyuruh untuk gak usah dipakai lagi Aloclairnya dan mulai membasahi bibirku dengan larutan berbau bayclean biar Aloclair yang mengeras di bibir itu hilang, serta mengolesi dengan vaslin. Setelah ditanya detail sakit kaya demam gak, ada luka di bagian lain gak, makannya gimana, beliau mulai merumuskan salep antibiotik, karena itu infeksi bakteri.
Hore akhirnya dokternya notice juga kalau ini bukan sariawan biasa, huhu.

Setelah 4 hari pemakaian, bibirku udah membaik, tapi masih agak bengkak si. Pas kontrol lagi si katanya ada alergi sama salepnya, aku juga gatau sih. Akhirnya dikasih obat antialergi. Sekarang alhamdulillah sudah baikaan.

Pelajaran yang bisa didapat adalah:
Kalau dapat obat dari dokter, meski itu generic, baca lagi yah pemakaiannya, buat organ apa, bagian mana, dan dosisnya gimana. Karena dokter juga manusia, bisa salah wkwk.

Perkaya pengetahuan tentang kesehatan.
Misal, gejala-gejala yang gak umum semacam nanah keluar berarti ada infeksi entah virus atau bakteri. Kalau bakteri, pakainya antibiotik dan kalau virus ya antivirus.

Cari second opinion kalau dokter yang ditemui tidak meyakinkan.
Kadang kita punya semacam gut feeling gitu gaksi, kalau dokternya kok kayaknya gak meyakinkan, atau menurut kita aneh, ada gejala tapi dia gak curiga.

Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh.
Daya tahan tubuh tuh penting bangeet. Bakteri dan virus ada di mana-mana dan kita gaktau kena kapan. Dan itu senjata manusia untuk bertahan dengan itu semua. Jadi jangan stress, tidur cukup, makan bergizi, olahraga teratur.

Oia, sakit ini melatihku untuk telaten wkwk. Kenapa? karena makannya harus yang halus-halus, bibir bengkak, muncul sariawan di tenggorokan jadi gak bisa ngunyah dan sakit buat nelan yang kasar wkwk. Dan membuatku sadar kalau harus makan tepat waktu! haha biar gak gampang sakit lagi.

Oke, sekian ceritanya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.