Pandemi menjadi masa di mana kita merasakan berbagai macam kekecewaan terhadap pemerintah sampai-sampai eneg dan pengen sejenak berhenti baca berita biar hidup lebih indah sedikit. Pelemahan KPK, korupsi bansos yang pelakunya seperti bukan manusia dari jajaran menteri yang korupsi milyaran hingga RW yang memotong bantuan uang tunai terasa seperti kisah pahit yang kita nggak bisa tau penawarnya. Oh tidak hanya itu, ada menteri yang korupsi bansos minta keringanan karena keluarganya menderita, dan ada kasus mencengangkan pelanggaran oleh Wakil Ketua KPK hanya dipotong gajinya saja. Belum lagi kasus pelecehan seksual di KPI yang menurut berita dipaksa mencabut tuntutan. Rasanya kondisi ini tidak cuma pahit, tapi gelap dan horor.
Baca berita hanya bikin lelah dan gregetan, rasanya pengen berbuat sesuatu tapi rakyat jelata bisa apa selain misuh dan sambat online sampai “yowes piye maneh”. Di grup chat yang saya ikuti, di mana sering ada update berita di sana buat dicela dan dimisuhi, seorang teman berceletuk,
“Nonton Hanzawa Naoki lah biar sedikit optimis menghadapi orang-orang korup.”
Wow sepertinya menarik untuk jadi penawar untuk kisah pahit yang kita baca di berita. Yah, karena di dunia nyata kita tidak bisa menyaksikan orang-orang jahat meringsuk kena batunya, setidaknya otak dan hati kita bisa melihatnya lewat drama.
Hanzawa Naoki adalah drama Jepang yang bercerita tentang kehidupan seorang pegawai bank yang dikeliling oleh berbagai masalah yang muncul karena uang dan kekuasaan. Mirip lah dengan kondisi dalam negeri. Masalah yang dihadirkan di drama terasa nyata, penyelesaiannya pun sangat menarik sehingga ekspektasi saya terkabulkan 187.187 %.
Tiga hal berikut ini yang membuat drama Hanzawa Naoki jadi penawar atas berita-berita di dunia nyata.
1. Tokoh Utama yang Cerdik dan Berani Ambil Risiko
Hanzawa digambarkan sebagai seorang banker cerdik, pintar, baik, pemberani dan tentu saja idealis to the bone. Karakteristik itulah yang membuat ceritanya berjalan dengan epik dan memuaskan batin. Dia selalu mengatakan ini ketika ada yang berniat menjahati.
“I they screw me, I screw them back. Double paycheck!”
Melihat setiap ide pembalasannya, saya jadi berapi-api ingin ikut membantai para tokoh jahat. Tatapan matanya menandakan keberanian dan tidak takut dengan risiko apapun.
Ini berbeda jauh ya dengan tipikal protagonist di Indonesia yang biasanya meski pemberani tapi masih baik hati, Hanzawa tidak kenal ampun dengan semua orang yang telah merugikannya dan perusahaannya. Motivasi terselubung yang menjadi latar belakang kuatnya karakter Hanzawa memaksa kita untuk memakluminya dan membelanya.
2. Plot Twist Tegangan Tinggi
Latar pekerjaan di bank, yang mana dekat dengan uang, sumber penyebab kericuhan umat manusia, jadi cikal bakal pusaran kasus suap dan kecurangan. Alur ceritanya cukup cepat dan intens. Ada beberapa istilah di bidang bisnis dan perbankan bertebaran di seputar drama, tapi jangan khawatir karena biasanya ada penjelasan singkatnya. Kalau ada yang ga ada, Google selalu siap sedia membantu. Dalam setiap pengungkapan kasus pasti ada yang membuat deg-degan takut, apakah rencana Hanzawa akan berhasil atau ketauan musuh? Emosi yang ditunjukkan aktor-aktornya juga sangat kuat menggambarkan tekanan dan intimidasi yang kuat, sehingga kalua rencana si protagonist berhasil, kita akan puas setengah mati.
Kepuasan itu juga dikarenakan plot twist pemecahan kasus yang sangat ciamik. Kadang drama menyuguhkan tanda-tanda kegagalan yang membuat sangat tegang dan tidak disangka. Plot twist yang dipadukan dengan BGM yang intens dan ekspresi aktor berhasil menciptakan suasana yang memacu jantung untuk berolahraga.
3. Membuat kita bangga sebagai “budak korporat”
Rasanya banyak sekali narasi yang menyiratkan kalua mejadi pengusaha lebih keren, lebih berdampak untuk masyarakat karena bisa membuka lapangan kerja dan menyelesaikan masalah masyarakat. Sedangkan menjadi karyawan biasa identik dengan ‘budak korporat’ dan tukang nurut sama atasan. Di drama ini kita akan diperlihatkan bahwa karyawan juga bisa terlihat ‘badass’ dan punya dampak positif yang tidak kalah keren dengan pengusaha. Karakter Hanzawa sebenarnya too good to be true, tapi ada beberapa karakter teladan darinya yang bisa kita contoh meskipun mungkin belum bisa sama levelnya. Dia yakin bahwa dengan menjadi karyawan yang tulus, jujur dan berniat baik, di manapun kita bekerja, kita telah ikut berkontribusi membentuk masyarakat yang lebih baik.
“ No matter what company you’re working at, and no matter what you work as, the people who hold pride on their work, put in all their efforts every single day and gain their accomplishment are the actually true winner.
.. And in 10 years from now, you will be able strongly carrying this society on your shoulders. You fight and struggles will make this world a much better place than it is now. So from now on I want you to hold your heads high, be proud of your job, and work for the sake of your clients.“
Inilah pertama kalinya saya bisa bangga pernah menjadi semacam budak korporat.
Drama ini menjadi pemanis di tengah pahitnya berita dan linimasa. Setelah menonton itu, saya juga menjadi tercerahkan bahwa dengan peran rakyat jelata yang hanya karyawan di negeri ini adalah bekerja dengan tulus, sebaik dan sejujur mungkin agar tidak ikut merusak moral masyarakat.
Komentar
Posting Komentar