Sepertinya blog ini jadi blog review film atau series aja mungkin ya? hahaha
Beberapa hari lalu iseng buka Quora Indonesia lagi setelah agak lama logout. Di beranda nemu jawaban dari pertanyaan film apa yang paling romantis.
Baca jawaban itu di Quora ku langsung naksir sama filmnya, karena kayaknya ceritanya tipeku banget, romansa yang fokus ke feeling dan emotional intimacy.
Ceritanya juga sederhana banget, tentang seorang wanita bernama Hiroko Watanabe yang tunangannya (bernama Fujii Itsuki) meninggal dua tahun lalu. Ketika peringatan kematiannya, dia diajak ibu tunangannya ke rumahnya dan ditunjukkan buku tahunan SMP. Dia melihat nama tunangannya beserta alamat rumahnya. Kata ibunya, rumahnya udah digusur dan jadi jalan raya. Si cewe ini iseng ngirim surat ke alamat itu. Intinya nanya kabar aja. Dia ga berharap dibalas ya karena udah ga ada juga alamatnya. Namun, jeng-jeng dia mendapat balasan dong. Yang bales ternyata teman SMP si cowoknya. Kok bisa temen SMP nya nerima surat itu? Nah ini bagian menarik dan uniknya. Balasan surat ini membuat Hiroko penasaran dan menaruh prasangka kepada pasangannya yang meninggal.
Uniknya lagi, Hiroko dan teman SMP itu diperankan oleh artis yang sama. Tapi jangan bingung, untuk membedakan scene-nya siapa, kita bisa mengamati karakter dan cara bicaranya,: yang satu ceria yang satu pemalu dan lembut. Aku bertanya-tanya kenapa mereka berdua harus diperankan oleh orang yang sama. Ternyata jawabannya ada di filmnya, dan menjadi hal yang cukup mengejutkan di tengah-tengah, hal yang menjadi jawaban atas prasangka Hiroko (dan penonton tentunya).
Film ini memberikan sensasi emosi yang susah hilang. Bukan melodrama yang ditunjukkan dengan kata-kata dan galau banget, namun film melankolis yang ditunjukan lewat adegan dan bukti yang ditemukan, yang tanpa narasi pun, kita bisa paham maksudnya.
Letters of Memories
Kegiatan saling berkirim surat menjadi media untuk mengungkap kenangan dalam rangka berdamai dengan kehilangan. Teman SMP menceritakan kenangannya bersama si cowok yang meninggal. Dari ceritanya, Hiroko jadi menyadari sesuatu dan ingin membuktikan prasangkanya dengan terus meminta teman SMP itu untuk bercerita. Rasanya kaya orang terdekat kita meninggal, lalu denger cerita yang membuat kita tau sisi lain dari orang itu.
Cold and Warm
Lokasi syutingnya di Hokkaido dan mengambil musim salju. Hokkaido, daerah paling utara Jepang memang terkenal dengan salju dan musim dinginnya. Kenapa musim dingin? Perkiraanku sih karena si cowoknya orangnya dingin, pendiam, dan nerd. Pas sekali dengan salju. Meki begitu, sebenarnya dia adalah orang yang hangat, tapi ga bisa menunjukkan lewat kata-kata atau tindakan secara literal. Tindakannya kaya berlayer-layer gitu, ada maksud di baliknya. Buktinya akan terungkap di akhir cerita sayangnya.
Adolescent Moments
Kenangan yang diceritakan teman SMP sebenarnya terasa menyebalkan, karena si cowok itu sempat jahil sama dia. Lihat scene ini, jahil tapi bikin senyum-senyum lucu wkwkwk.
Unspoken Love
Kenangan yang diceritakan itu ternyata membuka tabir tentang hal yang gak terungkapkan di masa lalu. Karakter cowoknya yang dingin membuat semua tanda dan jejak yang ditinggalkannya sangat membingungkan. Salah satunya adalah kejadian di perpustakaan ketika si cowok meminjam banyak buku tapi tidak dibaca itu, seperti puisi yang diwujudkan dalam tindakan,
I wanna call you by my name.
Beautiful Confession
Meski ada perasaan yang gak terungkap, tapi akhirnya terbukalah rahasia selama ini dan menjawab prasangka Hiroko. Pengungkapan ini membuatku paham, kenapa judulnya Love Letter, bukan Love Letters karena beberapa kali berkirim surat. Suratnya sebenarnya cuma satu, bukan dalam bentuk surat, tanpa kata-kata, tapi penonton akan tahu maksudnya.
Peace in Sorrow
Film ini memberikan sensasi rasa damai dalam memeluk kesedihan. Karena sesuatu yang indah itu terlambat diketahui, setelah diketahui rasanya kaya sedih 'kenapa baru tau???!!' sekaligus damai karena ada kenangan manis di masa lalu.
PS: Bagi yang mau nonton, bisa googling: judul film [spasi] tahun [spasi] streaming atau nonton di Netflix.
Komentar
Posting Komentar