Langsung ke konten utama

Cooking :3

Masaak, one of my favorite things to do. Karena masih sendirian di kontrakan, dan ga ngapa-ngapain, akhirnya kepikiran masak sendiri, dan bikin masakan yang belum pernah dibikin sebelumnya. Resep dan komposisi bahannya ngarang sih, dan memanfaatkan bahan makanan yang sudah ada, yaitu daging ayam fillet dan kubis.
Hm, namanya ‘Ayam Tahu Saus Tomat’. Kuantitas bahannya ngarang aja ini, tapi akhirnya jadi untuk sekitar 3 porsi. Nih resepnya :D

Bahan :
-          Ayam fillet 3 potong
-          Tahu putih 2 kotak
-          Kubis ¼ buah, yang ukurannya kecil (ga harus kubis sih, bisa sayuran lain sesuai selera)
-          Tomat 1 buah (ukurannya agak besar), potong dadu kecil atau dicincang
-          Cabai merah 7 buah
-          Saus extra pedas 1 sendok makan
-          Merica bubuk ¼ sendok teh
-          Bawang putih 2 siung, dicincang
-          Bawang merah 1 siung, dicincang
-          Garam ½ sendok teh
-          Gula ½ sendok teh
-          Bawang putih, jahe, sedikit garam dihaluskan
-          Minyak goring 4 sendok makan
Cara Masak:
-          Ayam fillet dipotong sesuai selera, atau satu potong dibagi 4 atau 3. Lali pipihkan, dan lumuri dengan bumbu bawang dan jahe yang telah dihaluskan
-          Potong tahu, sebesar dadu, dan rendam dengan air garam, biarkan beberapa saat
-          Sambil menunggu ayam dan tahu meresap, siapkan bahan lain. Potong sayurnya, kalo memakai kubis, potong tipis tipis, potong cabe merah dan tomat.
-          Goreng tahu sampai warna kekuningkuningan, lalu goreng juga dagingnya sampai agak kecoklatan. Jangan sampai gosong ya :p. Tiriskan.
-          Panaskan minyak goreng, lalu masukkan bawang merah dan bawang putih yang telah dicincang, tumis sampai harum.
-          Masukkan kubis, cabai dan tomat, tumis sampai keduanya layu.
-          Masukkan merica bubuk, garam dan gula
-          Masukkan air putih setengah gelas atau sesuai selera
-          Aduk hingga rata, dan tunggu sampai air mengental dan berwarna merah seperti tomat.
-          Lalu masukkan saus extra pedas, biar pedasnya agak nendang dikit, hehe.
-          Masukkan tahu dan ayam yang sudah digoreng
-          Tunggu kira-kira 5 menit, atau sampai kuah meresap ke dalam tahu dan daging.
-          Angkat dan sajikan.

Nah itulah resepnya, simple kan? Antara tahu dan daging warnanya akan sama, jadi jackpot buat yang ternyata banyak dapet daging pas ngambil, hihi.

Masak itu bukan masalah tahu resepnya atau tidak, tapi bisa memperkirakan paduan bumbu dan bahan masakan yang ada. Dan itu lahir dari kebiasaan, kalau sudah sering mencoba-coba, nanti juga muncul sendiri tuh feeling atau kreativitas masaknya. Aku sendiri juga masih amatir banget, baru hanya belajar masakan rumah tangga aja, hahaha. Belum pandai masak masakan eropa yang canggih-canggih, palingan spaghetti biasa yang instant, hehe.

Ini dia gambarnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.