Haha judulnya.
Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini.
Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.
Aku memutuskan untuk belajar mandiri saja tanpa les, yeah. Ya karena aku percaya, pasti bisa. Dan setiap aku cerita, mau les bahasa inggris ke kakak, pasti mereka tanya emang harganya berapa? Ya, sekian juta untuk tiga bulan. Apa? Mahal banget, belajar sendiri ajalah pasti bisa.
Satusatunya alasan mereka menganjurkan untuk belajar sendiri adalah karena mahal. Haha. Padahal ya sebenernya wajar dan emang segitu ya harganya. Karena mendapat kepercayaan itu, aku jd memutuskan untuk, oke belajar sendiri, rutin tiap malam. Dan untuk les, kayanya mau ambil business conversation aja deh. Gak mungkin kan belajar conversation sendiri hahah.
Dari dulu, aku emang gak pernah yang namanya les lesan di lembaga kaya Primagama dan sebagainya . Hanya mengandalkan les sekolah pas mau UAN dan les fisika di guru SMA tiap minggu. Pas mau masuk univ juga belajar sendiri ngerjain soal-soal. Bahkan waktu mendaftar SNMPTN, aku cuma punya waktu belajar 2 minggu karena sebelumnya ada UAS. Gak pake les les an juga, hanya bermodal bank soal yang gak terlalu tebal.
Mungkin kalau aku cerita ke orang, banyak yg heran kok bisa. Soalnya sebagian besar mereka pasti pernah les untuk bisa masuk PTN melalui jalur tes. Gak kaya sekarang enak banget SNMPTN undangan. Haha aku juga gaktau, tp yang pasti ini nikmat Allah yang sama sekali tak patut aku dustakan. Dia punya rencana super indah. Buktinya dengan kuliah di UI, aku berubah 390 derajat *mana ada xD*. Ya maksudnya berubah drastis *pernah kuceritakan di tulisan sebelumnya*. Kurang indah apalagi rencanaNya, padahal aku taaak pernah mengharapkan.
Dan emang dari dulu untuk urusan les-les an aku selalu tak tertarik. Lebih menantang belajar sendiri karena melatih kedisiplinan yg dibuat sendiri.
Hemat lagi hahah *otak lu pid*
Dan hal sama juga terjadi pada perawatan muka *ceilah*. Ditakdirkan mempunyai jerawat waktu SMA. Dan sejak kelas 3 SMA aku bertekad menghilangkan jerawat dengan cara alami, ga usah ke dokter atau obat cemacem. Jd setiap hari maskeran beras bubuk. Berasnya ku tumbuk sendiri pake alat yg bernama munthu dan coet. Entah setan apa yg merasukiku sehingga bisa rajin banget numbuk dan maskeran tiap hari. Walhasil, jerawat ilang dan gak ada bekasnya. Alhamdulillah.
Nah, dengan metode2 kaya ginilah si Apid selama ini hidup wkwk. Ya semoga proses belajarku lancar-lancar aja. Aamiin.
Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini.
Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.
Aku memutuskan untuk belajar mandiri saja tanpa les, yeah. Ya karena aku percaya, pasti bisa. Dan setiap aku cerita, mau les bahasa inggris ke kakak, pasti mereka tanya emang harganya berapa? Ya, sekian juta untuk tiga bulan. Apa? Mahal banget, belajar sendiri ajalah pasti bisa.
Satusatunya alasan mereka menganjurkan untuk belajar sendiri adalah karena mahal. Haha. Padahal ya sebenernya wajar dan emang segitu ya harganya. Karena mendapat kepercayaan itu, aku jd memutuskan untuk, oke belajar sendiri, rutin tiap malam. Dan untuk les, kayanya mau ambil business conversation aja deh. Gak mungkin kan belajar conversation sendiri hahah.
Dari dulu, aku emang gak pernah yang namanya les lesan di lembaga kaya Primagama dan sebagainya . Hanya mengandalkan les sekolah pas mau UAN dan les fisika di guru SMA tiap minggu. Pas mau masuk univ juga belajar sendiri ngerjain soal-soal. Bahkan waktu mendaftar SNMPTN, aku cuma punya waktu belajar 2 minggu karena sebelumnya ada UAS. Gak pake les les an juga, hanya bermodal bank soal yang gak terlalu tebal.
Mungkin kalau aku cerita ke orang, banyak yg heran kok bisa. Soalnya sebagian besar mereka pasti pernah les untuk bisa masuk PTN melalui jalur tes. Gak kaya sekarang enak banget SNMPTN undangan. Haha aku juga gaktau, tp yang pasti ini nikmat Allah yang sama sekali tak patut aku dustakan. Dia punya rencana super indah. Buktinya dengan kuliah di UI, aku berubah 390 derajat *mana ada xD*. Ya maksudnya berubah drastis *pernah kuceritakan di tulisan sebelumnya*. Kurang indah apalagi rencanaNya, padahal aku taaak pernah mengharapkan.
Dan emang dari dulu untuk urusan les-les an aku selalu tak tertarik. Lebih menantang belajar sendiri karena melatih kedisiplinan yg dibuat sendiri.
Hemat lagi hahah *otak lu pid*
Dan hal sama juga terjadi pada perawatan muka *ceilah*. Ditakdirkan mempunyai jerawat waktu SMA. Dan sejak kelas 3 SMA aku bertekad menghilangkan jerawat dengan cara alami, ga usah ke dokter atau obat cemacem. Jd setiap hari maskeran beras bubuk. Berasnya ku tumbuk sendiri pake alat yg bernama munthu dan coet. Entah setan apa yg merasukiku sehingga bisa rajin banget numbuk dan maskeran tiap hari. Walhasil, jerawat ilang dan gak ada bekasnya. Alhamdulillah.
Nah, dengan metode2 kaya ginilah si Apid selama ini hidup wkwk. Ya semoga proses belajarku lancar-lancar aja. Aamiin.
amiin, menarik sekali, patut dicontoh untuk terus belajar nih. ijin share ya mbak. :)
BalasHapusAku ke sini gara gara choliq. Haha. Sama banget mbak apiddddd sama akuu
BalasHapuswadoh jd malu wkwkwk
BalasHapus