Langsung ke konten utama

Menerima adalah Matahari yang Terbit Kembali


Menerima, bukan melupakan
Menerima, bukan dipergikan
Menerima, bukan menghapuskan

Menerima adalah memulai kembali dengan semangat baru
Selalu ada yang terbit kembali dalam sebuah penerimaan
Entah itu harapan, jalan, pencarian, usaha, atau waktu yang lebih berharga, atau itu semua
Penerimaan juga bisa berupa kenangan lalu yang dulu hanya genangan, kini terbit dan kembali lagi dalam bentuk lautan, bahkan samudra yang tenang dan dalam, tapi tidak menghanyutkan.

Apapun yang terbit kembali, menerima selalu membuka jalan baru tanpa melupakan yang lama
Karena yang lama telah menjadi bagian yang tak terpisahkan
Yang lama menjadi bekal, menjadi pelajaran, untuk menyambut yang terbit kembali
Yang lama menjadi anugerah di masa lalu

Penerimaan adalah kepercayaan, bahwa suatu anugerah yang tiba-tiba menjauh itu akan kembali, entah diganti dengan yang baru atau dikembalikan dengan kondisi yang lebih baik.
Layaknya orang tua yang memberi hadiah kepada anaknya.  Ketika mainan tersebut mengganggu si anak, orang tua pasti cenderung akan mengambil mainan itu, sampai si anak kembali seimbang dan fokus dengan prioritas hidupnya. Setelah fokus dan seimbang, orang tua akan mengembalikan mainan atau diganti dengan yang lebih baik.
Bahwa bukan mainan itu yang penting, tapi belajar menyeimbangkan lah yang penting, dan tidak ada lagi ketergantungan.
“Begitu sesuatu itu hilang, apakah ia akan kembali?
Jawabannya adalah iya, terkadang hal yang sama kembali, terkadang diganti menjadi lebih baik.”

Kuncinya, menerima.
Selamat terbit kembali, Apid! :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.