Menerima, bukan melupakan
Menerima, bukan dipergikan
Menerima, bukan menghapuskan
Menerima adalah memulai kembali dengan semangat baru
Selalu ada yang terbit kembali dalam sebuah penerimaan
Entah itu harapan, jalan, pencarian, usaha, atau waktu yang lebih berharga, atau itu semua
Penerimaan juga bisa berupa kenangan lalu yang dulu hanya genangan, kini terbit dan kembali lagi dalam bentuk lautan, bahkan samudra yang tenang dan dalam, tapi tidak menghanyutkan.
Selalu ada yang terbit kembali dalam sebuah penerimaan
Entah itu harapan, jalan, pencarian, usaha, atau waktu yang lebih berharga, atau itu semua
Penerimaan juga bisa berupa kenangan lalu yang dulu hanya genangan, kini terbit dan kembali lagi dalam bentuk lautan, bahkan samudra yang tenang dan dalam, tapi tidak menghanyutkan.
Apapun yang terbit kembali, menerima selalu membuka jalan
baru tanpa melupakan yang lama
Karena yang lama telah menjadi bagian yang tak terpisahkan
Yang lama menjadi bekal, menjadi pelajaran, untuk menyambut yang terbit kembali
Yang lama menjadi anugerah di masa lalu
Karena yang lama telah menjadi bagian yang tak terpisahkan
Yang lama menjadi bekal, menjadi pelajaran, untuk menyambut yang terbit kembali
Yang lama menjadi anugerah di masa lalu
Penerimaan adalah kepercayaan, bahwa suatu anugerah yang tiba-tiba
menjauh itu akan kembali, entah diganti dengan yang baru atau dikembalikan dengan
kondisi yang lebih baik.
Layaknya orang tua yang memberi hadiah kepada anaknya. Ketika mainan tersebut mengganggu si anak,
orang tua pasti cenderung akan mengambil mainan itu, sampai si anak kembali
seimbang dan fokus dengan prioritas hidupnya. Setelah fokus dan seimbang, orang
tua akan mengembalikan mainan atau diganti dengan yang lebih baik.
Bahwa bukan mainan itu yang penting, tapi belajar menyeimbangkan lah yang penting, dan tidak ada lagi ketergantungan.
“Begitu sesuatu itu hilang, apakah ia akan kembali?
Jawabannya adalah iya, terkadang hal yang sama kembali, terkadang diganti menjadi lebih baik.”
Bahwa bukan mainan itu yang penting, tapi belajar menyeimbangkan lah yang penting, dan tidak ada lagi ketergantungan.
“Begitu sesuatu itu hilang, apakah ia akan kembali?
Jawabannya adalah iya, terkadang hal yang sama kembali, terkadang diganti menjadi lebih baik.”
Kuncinya, menerima.
Selamat terbit kembali, Apid! :)
Favorite! :))))))
BalasHapus