Langsung ke konten utama

Kesabaran yang Luas

Pagi ini selepas sahur menunggu azan Subuh, saya iseng buka Guardian yang memuat berita Ramadhan di seluruh dunia. Lalu ada postingan tahun 2016 tentang kumpulan foto-foto Ramadhan di Syiria.
https://www.theguardian.com/artanddesign/gallery/2016/jun/17/ramadan-syrian-frontline-muslim-holy-month-in-pictures

Trenyuh banget lihat foto itu. Puasa di tengah-tengah kematian yang bisa saja datang dalam beberapa detik yang tak bisa diperkirakan. Ketika hidup, masih bisa bernafas dengan sehat, menjadi suatu anugerah yang luar biasa. 
Apalagi liat foto tentara yang menyempatkan baca Quran. Jadi nanya ke diri sendiri "Kapan aja kamu menyempatkan baca Quran pid?" Huhu.
Sungguh, mereka telah memberikan contoh kesabaran, dalam kondisi apapun tetap melakukan ibadah terbaik yang mampu mereka persembahkan.

Selain itu saya juga menemukan artikel yang menceritakan masyarakat Muslim yang tinggal di Arctic, di mana malamnya cuma 2 jam an. Wow! Lalu ada orang yang kekeuh pengen puasa selama kurang lebih 22 jam, padahal bisa saja dia mengikuti fatwa yang memperbolehkan mengikuti jam puasa Mekkah atau Madinah. Kesabaran seluas apa yang bersemayam di orang seperti itu ya, masyaAllah.

Sama ceritanya dengan teman-teman saya yang sedang kuliah di luar negeri. Di Amerika puasa sampai 16 jam. Di UK puasanya bisa 18-19 jam. Ada yang memilih tidurnya setelah subuh, karena malamnya pendek, jarak buka puasa, tarawih dan sahur cukup pendek. Lamanya puasa jadi ujian kesabaran tersendiri. Eh wait, ditambah lagi hidup sebagai minoritas, di mana mendekati musim summer, (katanya) banyak cewek2 yang memakai pakaian cukup terbuka. Mamam 😂. Tapi kerennya adalah dikasih kesempatan untuk memperluas kesabaran, sabar menahan makan dan hawa nafsu. Salut!
Yuk ah, yang tinggal di Indonesia gak boleh malas memanfaatkan waktu dan mesti bersabar juga apapun tantangannya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.