Langsung ke konten utama

Mencintai dalam Beberapa Dimensi



Entah kenapa merasa terpanggil untuk membaca kisah rumah tangga Stephen Hawking bersama istrinya, Jane Hawking dalam buku Traveling to Infinity. Isinya tentang pengabdian seorang istri dalam mengurus suami yang lumpuh dan anak-anak serta mendukung karir suaminya. Ditulis sendiri oleh Jane Hawking, beberapa tahun setelah mereka bercerai.

These are what I can infer from their relationship stories.

She loved him for who he was, not for what he had given to her

She loved him from the very beginning, loved all his quirks, mistakes and weaknesses

She loved his minds and his dreams

She did anything to make him feel fulfilled, to make him success, and to achieve what he had dreamed of

She never complained, she also supported him no matter what happened.

She never let him down because of his disabilities

She loved him unconditionally, no matter how ignorance Stephen was

She always tried to love him unconditionally, sacrificed her own ambitions to serve his needs and their children.

She always looked for solution for every problem they face

And she kept proud of what Stephen had done.

“Aku mencintai dia karena keberaniannya, kecerdasannya, dan rasa humor yang absurd, dan karisma lihai yang membuat dia bisa mengikat orang di dekatnya, termasuk aku.” Jane Hawking.

Oia buku ini juga difilmkan dalam Theory of Everything. Jika bukunya memakai sudut pandang Jane, filmnya tidak, karena menceritakan realitanya. Dan ketika membaca bukunya saya kasihan sama Jane, pas nonton filmnya jadi kasihan sama Stephen. But, both are really inspiring!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.