Entah kenapa merasa terpanggil untuk membaca kisah rumah
tangga Stephen Hawking bersama istrinya, Jane Hawking dalam buku Traveling to Infinity. Isinya tentang
pengabdian seorang istri dalam mengurus suami yang lumpuh dan anak-anak serta mendukung karir suaminya. Ditulis sendiri oleh Jane Hawking, beberapa tahun
setelah mereka bercerai.
These are what I can infer from their relationship stories.
She loved him for who he was, not for what he had given to
her
She loved him from the very beginning, loved all his quirks,
mistakes and weaknesses
She loved his minds and his dreams
She did anything to make him feel fulfilled, to make him
success, and to achieve what he had dreamed of
She never complained, she also supported him no matter what
happened.
She never let him down because of his disabilities
She loved him unconditionally, no matter how ignorance Stephen
was
She always tried to love him unconditionally, sacrificed her
own ambitions to serve his needs and their children.
She always looked for solution for every problem they face
And she kept proud of what Stephen had done.
“Aku mencintai dia karena keberaniannya, kecerdasannya, dan
rasa humor yang absurd, dan karisma lihai yang membuat dia bisa mengikat orang
di dekatnya, termasuk aku.” Jane Hawking.
Oia buku ini juga difilmkan dalam Theory of Everything. Jika bukunya memakai sudut pandang Jane, filmnya tidak, karena menceritakan realitanya. Dan ketika membaca bukunya saya kasihan sama Jane, pas nonton filmnya jadi kasihan sama Stephen. But, both are really inspiring!
Oia buku ini juga difilmkan dalam Theory of Everything. Jika bukunya memakai sudut pandang Jane, filmnya tidak, karena menceritakan realitanya. Dan ketika membaca bukunya saya kasihan sama Jane, pas nonton filmnya jadi kasihan sama Stephen. But, both are really inspiring!
Komentar
Posting Komentar