My first unexpected wonderful
favor in this year is my paper was accepted in an international conference.
Paper yang dibuat dengan sedikit asal-asalan, dikumpulkan menjelang injury
time, dan tanpa pengecekan grammar, bisa diterima. Mungkin bagi orang lain hal
ini biasa saja, tapi bagiku , orang biasa saja dan tidak mempunyai skill yang
special, ini bukan hal biasa. Awalnya aku sedikit suudzon, “Ah paling diterima
karena yang ngumpulin paper sedikit, jadi bisa ketrima.”
Dan tentang presentasi paper di
conference, aku sangat khawatir pada awalnya. Haha. My speaking skill is still
extremely bad, wkwk. Tapi karena kekuatan yang Allah kirimkan melalui kata-kata
“Enjoy the present”, aku jadi merasa agak tenang. Setelah presentasi selesai,
saku sangat lega tak terkira. Makin sadar bahwa kita bisa kok melakukan hal
yang sebelumnya dibayangkann pun gak bisa.
Nikmat lainnya adalah
conference yang berjalan sangat
menyenangkan.pesertanya ramah-ramah, termasuk bule-bule nya. Aku juga jadi tahu
beberapa hal yang membuatku excited dan makin semangat untuk melanjutkan
S2. Conference nya tentang Human
Computer Interaction, salah satu ilmu yang mengintegrasikan beberapa disiplin
ilmu: psikologi, human behavior, sosial, engineering, computer science,
ergonomi dan masih ada lagi. Aku juga jadi tahu definisi luas kata ‘Design’,
yang mungkin selama ini hanya dipahami sebagai desain poster, web, produk dan
sesuatu yang tangible lainnya. Ternyata tidak hanya itu, melainkan juga
meliputi sesuatu yang intangible, seperti emosi. Design adalah tentang mencari
solusi atas suatu masalah dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.
Orang-orang yang ku temui di
conference itu, sangat menghargai perbedaan, kaum minoritas, dan penuh empati.
Karena empati adalah hal fundamental dalam membuat suatu design. Kita harus
mengerti, untuk siapa desain akan dibuat, audience nya siapa, karakteristiknya
bagaimana dan sebagainya. Mereka juga menghargai keunikan setiap orang.
Aku juga suka sama rancangan
acara conference nya,tidak tegang dan fun. Ada spot khusus untuk photo boot
beserta seperangkat aksesoris alay. Bagian acara yang paling ku sukai adalah
moment dinner. Setelah tamu selesai makan malam, kami disuguhi penampilan
menarik khas Indonesia, salah satunya adalah pertunjukkan angklung oleh siswa
SD. Peserta tidak hanya pasif menikmati suara angklung saja, tapi juga diberi
kesempatan untuk belajar sekaligus memainkan angklung. Setiap peserta diberi
satu angklung dan ada conductor yang memandu peserta, dengan senyumnya yang
ramah, beliau mengajari peserta bermain angklung. Beliau juga memandu semua
peserta berkolaborasi memainkan lagu burung kakak tua dengan angklung. It was
sooooo fun! What an interesting interaction it was. Peserta ga boring dan
keliahatan senang bahagia. Such experience is also a design lho.
Di hari terakhir, beberapa jam
setelah aku presentasi, ada sesi key note yang sangat menginspirasi. Seorang
associate professor dari Belanda, Elise van Houten, memaparkan pengalaman
penelitiannya tentang interaction design. Beliau humble dan sangat menghargai
orang lain. Presentasinya diawali dengan personal sharing dan sedikit motivasi,
sedikit tapi ngena, bahwa kita harus menjadi diri sendiri, mempertahankan ide
kita dan percayalah tak ada ide yang sia-sia asal disertai dengan kerja keras
untuk mewujudkannya.
Selain daripada itu, aku juga
ngobrol-ngobrol dengan seorang ibu dosen ITS, yang sudah mengambil program PhD
di Queensland University of Technology. Her thesis topic is awesome dan
sepertinya akan berguna untuk komunitas yang sedang kukembangkan bersama-sama
teman-temanku.
Oh, thank you so much God, It seems You showed me the path where You willing me to take a part. I’ll do my best unconditionally. The result is from You. I’ll work hard, because You told me so.
Komentar
Posting Komentar