Langsung ke konten utama

Postingan

Early Twenties

Percakapan bersama teman teman, akhir akhir ini, bukan hanya akhir akhir ini si, beberapa bulan yg lalu bahkan, tak lepas dari bahasan topik satu ini, misteri ilahi alias jodoh. Hal yang cukup sensitif, krusial, tapi sebenarnya sangat membuatku bimbang dan sempat ku hindari. Tapi, tidak boleh, karena memang sudah masanya. Haha -.- Berbagai macam pertanyaan aneh-aneh dari teman-temanku pun muncul.

MarsVenus Series Part 1 : The Difference Between Men and Women Physically and Psychologically

Halo Ini adalah seri pertama dari #MarsVenusSeries yang kujanjikan beberapa waktu lalu di blog ini. Artikel ini disarikan dari buku Why Mars and Venus Collide, karangan John Gray, salah satu seri buku Mars Venus yang kupunya. Sebenarnya oh sebenarnya, buku ini ditujukan untuk pasangan suami istri, agar bisa saling memahami nature atau karakter alamiah pria-wanita. Namun, ternyata cukup aplikatif untuk kehidupan sehari-hari kepada teman atau kolega. Ya itung-itung belajar buat bekal masa depan ya. *uhuk*

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.

Towards Unity Resolving Biggest Obstacle

Judul itu adalah singkatan dari nama angkatan Fasilkom UI 2010. Beberapa waktu yang lalu, saat Turbo berulang tahun, aku menuliskan kalimat ini di caption foto ucapan ulang tahun yang aku share di Path. " Terima kasih atas 4 tahun yang maknanya bisa dirasakan seumur hidup ." Ya, mungkin banyak yang tidak menyadari, tapi aku belajar banyaaaak sekali, terutama tentang salah satu sisi kehidupan yang tidak aku dapatkan ketika kecil. Berkumpul bersama mereka, dalam moment apapun adalah salah satu cara meningkatkan hormon oksitosin dalam tubuhku. Walaupun orangnya ga lengkap, walaupun hal yang dilakukan adalah hal yang ga penting, kaya main kartu, main kontak-kontakan, poto selfie, nge-ciecie in orang, tapi cukup membuatku senang dan terhibur. Hahaha What I learn the most from them are..

hm..hm...

Several times ago, I found this in my friend's Path. She got it from her father. Her father sent it to her via email, and at the caption written "Jadikan diri baik terus. Kalau sudah baik, terus lakukan. Menikah bukan perkara mudah. Suatu saat bakal mengalami juga. Jadikan calon imam kamu nanti bersyukur mendapatkan kamu sebagai pendamping dan amanah untuknya." Dan aku terhening... Kalimat yg ada di hadits itu benar benar memperingatkan ya. Walaupun kita telah menjadi tanggung jawab suami kita kelak, tapi kita juga harus berusaha menjadi sebaik-baik amanah baginya. Semoga kita terus bisa belajar menjadi lebih baik, menjadi diri sendiri, dan bisa mengambil hikmah dari apapun yg telah terjadi dalam hidup. Semoga bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua dan bisa menjadi sebaik baik amanah nantinya.

Intellectual Humility

I write this is just because there is something that call my heart and my finger to make a post here, recently after watching Ustad Nouman’s video, which talk about intellectual humility. Suddenly I remember how much comments appeared on social media that blame our leaders, directors of companies owned by state, or even our comment about one of leader and functionary of a famous university when there are some issues about corruption. I think those have strong relation with this video. Ustad Nouman give an example about someone who looking for deen knowledge through learning hadits or Quran. Even we have learned so many things about the deen, we couldn’t be judgemental to someone who doing faults. We couldn’t say they’re wrong, that is not good.  We shouldn’t say something we don’t really understand. It should be the more we learn about deen, the more we can be a humble human. Our knowledge is still limited. We aren’t really qualified to judge people because we dont know what's i...

Perantara dan Tujuan

Sebenarnya sudah lama banget pengen nulis tulisan ini. Akhirnya di suatu pagi yang menggembirakan, karena ga jadi pergi ke Jakarta, memutuskan untuk menulis saja. Keputusan yang jarang, karena biasanya,  lebih memilih untuk tidur. Dalam suatu diskusi, ada yang bertanya, apa tujuan hidupmu? Ada yang menjawab “Beribadah”. Lalu kira-kira hal apa yang membuat mu bahagia? Lalu ada yang menjawab, “Semua kebutuhan dan keinginan bisa terpenuhi.” Jawaban polos, dan yang menjawab itu aku. Lalu, ditimpali “Apakah kebahagiaan hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan dan keinginan?”. Sepi. Sepertinya memang banyak yang belum tahu arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Untuk mencapai kebahagiaan, banyak orang yang mendefinisikan sesuai versi mereka. Masing-masing orang pun jadi punya definisinya masing-masing. Lalu pada akhirnya berusaha, berdoa kepada Tuhan agar apa yang ingin dicapai bisa terkabul, melibatkan Tuhan dalam setiap hal yang ingin kita capai, agar Dia meridhoi setiap langkah kita...

“Kami tidak akan pernah titik, kami akan selalu KOMA”

Excited banget, abis nonton teater. Kemarin itu adalah pertama kali nonton teater berbayar, pertama kali ke Taman Ismail Marzuki, dan pertama kali nya keluyuran di daerah Jakarta sampai jam 12 malam, haha. Yap, nonton teater yang dipentaskan oleh Teater Koma, berjudul Demonstran. Terima kasih kepada temanku, yang udah mesenin tiket, sehingga bisa dapet diskon 50% dan dapat tempat duduk yang strategis. Cerita nya, aku sih bisa nebak. Nyindir pemerintah, terutama DPR.

Cooking :3

Masaak, one of my favorite things to do. Karena masih sendirian di kontrakan, dan ga ngapa-ngapain, akhirnya kepikiran masak sendiri, dan bikin masakan yang belum pernah dibikin sebelumnya. Resep dan komposisi bahannya ngarang sih, dan memanfaatkan bahan makanan yang sudah ada, yaitu daging ayam fillet dan kubis. Hm, namanya ‘Ayam Tahu Saus Tomat’. Kuantitas bahannya ngarang aja ini, tapi akhirnya jadi untuk sekitar 3 porsi. Nih resepnya :D

Sesuatu, Kuantum

Hari ini sungguh sesuatu. Menyadari salah satu kekuranganku yang paling membahana *halah. Semua orang tahu teori bahwa ketika kita telah memilih sesuatu, kita harus menerima resikonya. Kadang aku yang mengatakan itu pada orang lain, tapi kenapa aku yang malah sering melanggar teorema itu ya . Jadi ceritanya, aku balik ke Jakarta H+3 Lebaran alias hari sabtu, rajin banget kan. Yaitu demi masih kerja praktik di salah satu perusahaan persero. Kirain emang disuruh masuk besok senin, ternyata, hmm. Orang yang ngurusin anak magang, membebaskan, besok ga masuk juga gapapa. Hm .. Padahal sudah mengorbankan tidak ikut kumpul keluarga besar hari minggu sama hari senin. Dan lagi si kakak yang mengurusin anak magang, ngabarin nya pas aku udah nyampe pasar rebo, jadi kan balik lagi ke Depok. Well, mungkin sekilas “Yaudah sih, gapapa, tinggal balik ke Depok ini.” Tapi entah kenapa aku belum bisa ikhlas waktu masih di Pasar Rebo."

Fasting without Taqwa

By Nouman Ali Khan Great Reminder :)

Demam Minion :3

Lucu kan :) Harus bikin nih nanti :9

Great Day :D

Sabtu 14 Juli 2012, hari meeting pertama acara Skills For Employability Challenge yang diadakan oleh British Council di Hotel Mandarin di kawasan Thamrin. Banyak yang ku dapet kemarin :D Materi yang disampein keren keren, intinya kita harus menanyakan kepada hati kita sendiri, what do I really want? what do I really want to change? dan apa yang kamu suka lakukan? Just do it. Materi pertama judulnya "The Future is Now". yang disampaikan oleh Rene Suhardono. Materi yang disampein terkait passion, bahwa apa yang kita kerjakan harus sesuai dengan lentera jiwa kita, passion kita dan hal yang membuat kita bahagia, it is the true happiness? Ditampilin juga video dan lagu tentang passion yang dinyayiin sama Nugi. Keren banget, sederhana tapi ngena. Apa yang kita ingin lakukan tidak harus sesuai dengan apa yang kita pelajari. Yang penting itu benar-benar dari lubuk hari kita, karena itulah yang akan membuat hidup kita berharga, melakukan yang sesuai dengan apa yang diingini hati, ...

Pertama Kali ke Taman Safari

Wohoo, akhirnya liburan semester ini ada 'liburan'nya juga :D. Setelah agak lama liburan tapi masih berkutat dengan tugas kuliah padahal udah selesai ujian huhu. setelah beberapa hari merasakan kesibukan di PPMT mengurusi keringanan mahasiswa baru, akhirnya dapet kesempatan alias diajak ke Taman safari di Cisarua Bogor. Mungkin ku ceritain dulu kali yah ngapain aja di PPMT kok bisa sibuuk banget. *soksibuk :p Ketika mahasiswa baru masuk UI, kan mereka memilih cara pembayaran. Yang memilih cara pembayaran BOPB dan masih keberatan dengan biaya kuliah yang ditetapkan, akan diurus di PPMT, mulai dari survey lewat telepon ke tetangga dan survey lapangan bagi yang wilayahnya di jabodetabek, tujuannya untuk mengetahui the real condition dari si maba. Kita juga mengurusi data entrian hasil wawancara telepon dan survey. Dan yang paling amazing *lebay* menurutku adalah ikut membantu dalam penetapan keringanan yang mengajukan BOPB dan yang tidak diterima Bidik Misi. Jadi tahu rasanya s...

Programming??

What Is Code? Code adalah kode. Ya iya lah semua juga tau. Code adalah barisan kode-kode untuk membuat sebuah program. Kegiatan membuat code adalah Coding, atau biasanya anak IT menyebut dengan istilah ngoding (membuat code).   Programming.. Program merupakan solusi penyelesaian masalah. Untuk membuat program kita harus mengerti permasalahan yang akan dibuat programnya. Kemudian mencari penyelesaian masalah itu dengan membuat algoritma atau cara berpikir untuk menyelesaikan masalah. Algoritma itu kemudian diterjemahkan dengan bahasa pemrograman tertentu, disesuaikan dengan syntax dan aturan bahasa pemrogramannya. Dulu waktu pertama kali membuat program saya bingung setengah mati, ga ngerti apa-apa, tidak tau apa istilah2 dalam pemrograman. Tapi tidak boleh menyerah, membuat program itu memang butuh latihan dan latihan. Latihan memecahkan soal yang ada di buku, latihan membuat soal dan membuat programnya sendiri. Memang pada awalnya dalam membuat program saya selalu meminta ...

What Fasilkom UI Means to Us

Di suatu kelas yang bernama Aljabar Linear saat masih semester 2, Bu Kasiyah, dosen kami membuat sebuat thread yang jarang menjadi bahan diskusi di forum Scele Fasilkom. I am in love with this thread, so I put it on my blog to make it can be read when I miss the sense of being Fasilkom student. “Di kelas saya tadi sudah bercerita 'What Fasilkom Means to Me'. Bagi saya Fasilkom adalah keluarga. Ciri sebuah keluarga adalah saling mendukung dalam suka dan duka. Silahkan tuliskan perasaanmu sejauh ini sebagai warga Fasilkom” ( Bu Kasiyah ) Lalu, teman-teman menuliskan apa yang dirasakannya tentang Fasilkom :) Bagi saya Fasilkom merupakan keluarga baru saya yang siap mengantarkan saya untuk menjadi lebih baik J ( Rachmad Akbar ) Bagi saya Fasilkom adalah rumah. ( Febriana Misdianti) Bagi saya Fasilkom adalah rumah, keluarga, dan lingkungan baru bagi saya untuk menjadi tempat di mana saya bisa mendapatkan dan memberikan manfaat pada Fasilkom dan lingkungan saya.. ( Adit...