Langsung ke konten utama

Postingan

User Experience Fundamental Class Day 1

Yap. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi peserta UX Fundamental Class oleh Somia Customer Experience selama sebulan, dan dibayarin kantor pula. Bertempat di East Venture Hive   kawasan Kebayoran, training ini hanya diikuti oleh 24 peserta alias limited seat! Yohaa. Hari pertama kemarin berkenalan dengan peserta lain dan dibentuk grup. Ternyata background pesertanya macammacam, tapi gak ada yag programmer yah haha. Graphic designer, ux designer, product manager, interaction designer, account executive, mahasiswa dan keknya aku satu2 nya system analyst hoho. Gapapa lah ya masih nyambung.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Design

Lately I am very in touch with term ‘design’. Do you think that design is only making visible things? Like logo, poster, web and other stuffs such as furniture designed by IKEA or Furnika? From many articles I’ve read, the answer is no. Design is beyond of all the mentioned. Design can be a tool to make other people empowered by themselves. But How? Design can create invisible thing which is embedded in people’s daily life and behavior. What do you think, 

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Perut Baper

Semester 6, selain aku mendapat IP tertinggi selama kuliah *sombong*, aku juga mendapatkan sesuatu, bisa dibilang bonus kali ya, asam lambung. Dan selain untuk pertama kalinya membuat sebuah sistem informasi, ‘menikmati’ ngoding, ternyata malah membuat sistem pencernaanku sendiri terganggu. Banyak begadang ngerjain sistem, plus ngambil sks dengan jumlah terbanyak sepanjang kuliah, plus jadi asdos, plus masih nge-BEM. Hahahaha, rasain apitonk.

"Build the Locals" A Story from Komunitas WPL

WPL adalah singkatan dari Warga Peduli Lingkungan, berlokasi di Pancoran Mas, Depok. Story begins. Cerita ini berawal dari sebuah ide di battle project Wonosobo Muda tentang bank sampah. Kita mau mencari role model untuk bank sampah yg sudah ada di Wonosobo. Setelah mendapat kontak dengan bantuan Mbah Gugel, aku segera menghubungi pengelola salah satu bank sampah di Depok, Pak Baron, dan membuat janji bertemu. Awalnya, aku dan Desti cuma mau tahu tentang bank sampah, tapi ternyataa Pak Baron dan Istri, Bu Wulan, juga punya beberapa proyek sosial. Jadilah mereka menumpahkan semua cerita nya kepada kami. Tidak hanya itu, kami juga jadi mendapat beberapa ilmu tentang mewujudkan ide-ide baik #tsaaah. Jadi merasa beruntung sekali bisa berdiskusi dengan mereka.

Rehat

At a certain point of time, human need doing nothing in a while, relaxing the mind, pretending to have nothing to do, and giving all the time just for the sake of self goodness. No more think about other people's life being. Just totally focus to be happy at the time.

you . are . already . great

Ada kalanya seseorang merasa bahwa dirinya bukan apa-apa, apalagi jika melihat orang seumuran sudah mencapai targetnya, sudah membuat suatu karya sehingga dikenal banyak orang, atau bisa dibilang sudah shining brightly . Da kadang kita (apa aku doang ya) membatin 'Aku mah apa atuh, hanya sisa-sisa cabe gorengan yang tidak dimakan'. Haha lebay ya. Walaupun sebenarnya kita tahu bahwa membandingkan diri sendiri dan orang lain adalah teori terburuk sepanjang bumi masih berada di galaksi Bima Sakti. Namun terkadang hal itu terlintas di pikiran kita barang sedetik atau dua detik.

Mencintai dalam Beberapa Dimensi

Entah kenapa merasa terpanggil untuk membaca kisah rumah tangga Stephen Hawking bersama istrinya, Jane Hawking dalam buku Traveling to Infinity. Isinya tentang pengabdian seorang istri dalam mengurus suami yang lumpuh dan anak-anak serta mendukung karir suaminya. Ditulis sendiri oleh Jane Hawking, beberapa tahun setelah mereka bercerai. These are what I can infer from their relationship stories. She loved him for who he was, not for what he had given to her She loved him from the very beginning, loved all his quirks, mistakes and weaknesses She loved his minds and his dreams She did anything to make him feel fulfilled, to make him success, and to achieve what he had dreamed of She never complained, she also supported him no matter what happened. She never let him down because of his disabilities She loved him unconditionally, no matter how ignorance Stephen was She always tried to love him unconditionally, sacrificed her own ambitions to ...

Unexpected Favors

My first unexpected wonderful favor in this year is my paper was accepted in an international conference. Paper yang dibuat dengan sedikit asal-asalan, dikumpulkan menjelang injury time, dan tanpa pengecekan grammar, bisa diterima. Mungkin bagi orang lain hal ini biasa saja, tapi bagiku , orang biasa saja dan tidak mempunyai skill yang special, ini bukan hal biasa. Awalnya aku sedikit suudzon, “Ah paling diterima karena yang ngumpulin paper sedikit, jadi bisa ketrima.”

Enjoying The Present

Quora, media sosial yang kini menjadi favoritku. Aku bisa mendapat bayak inspirasi di sana, terutama tentang kehidupan. Aku mengikuti beberapa topik dan topik favoritku adalah life advice, hehe. Pertanyaan di sana menandakan banyak yang frustasi-sepertinya, dan mencoba curhat dengan mengajukan pertanyaan tentang masalah mereka. Menarik. Banyak   orang yang menjawab dengan indahnya-menurutku. Jawaban yang paling bagus biasanya mendapat banyak upvote. Aku suka beberapa jawabannya, berbobot dan penuh makna. Aku juga pernah-secara tidak langsung curhat- mengajukan pertanyaan di sana. Ada bule yang dengan senang hati mejawab pertanyaanku dengan panjang lebar. Aku jadi senang. Dari jawaban nya, aku sadar bahwa being someone who is outwardly unremarkable is not either wrong or bad thing . Selain itu, suatu hari aku mendapat semacam pencerahan, tentang enjoying the present , menikmati saat ini, yang muncul dari pertanyaan seorang programmer yang merasa tidak berguna dan ingin men...

Early Twenties

Percakapan bersama teman teman, akhir akhir ini, bukan hanya akhir akhir ini si, beberapa bulan yg lalu bahkan, tak lepas dari bahasan topik satu ini, misteri ilahi alias jodoh. Hal yang cukup sensitif, krusial, tapi sebenarnya sangat membuatku bimbang dan sempat ku hindari. Tapi, tidak boleh, karena memang sudah masanya. Haha -.- Berbagai macam pertanyaan aneh-aneh dari teman-temanku pun muncul.

MarsVenus Series Part 1 : The Difference Between Men and Women Physically and Psychologically

Halo Ini adalah seri pertama dari #MarsVenusSeries yang kujanjikan beberapa waktu lalu di blog ini. Artikel ini disarikan dari buku Why Mars and Venus Collide, karangan John Gray, salah satu seri buku Mars Venus yang kupunya. Sebenarnya oh sebenarnya, buku ini ditujukan untuk pasangan suami istri, agar bisa saling memahami nature atau karakter alamiah pria-wanita. Namun, ternyata cukup aplikatif untuk kehidupan sehari-hari kepada teman atau kolega. Ya itung-itung belajar buat bekal masa depan ya. *uhuk*

Target Semester 8 yang (hampir) akan Tercapai

So, which of the favors of your Lord would you deny? Itu mungkin, ayat Quran yang pas dengan kondisiku saat ini. Untuk kedua kalinya, aku mengusahakan sesuatu, mencoba sesuatu tanpa berharap apa-apa, tapi pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, yakni memberikan sesuatu yang tidak aku inginkan. If you hope for nothing, something may happen.

Towards Unity Resolving Biggest Obstacle

Judul itu adalah singkatan dari nama angkatan Fasilkom UI 2010. Beberapa waktu yang lalu, saat Turbo berulang tahun, aku menuliskan kalimat ini di caption foto ucapan ulang tahun yang aku share di Path. " Terima kasih atas 4 tahun yang maknanya bisa dirasakan seumur hidup ." Ya, mungkin banyak yang tidak menyadari, tapi aku belajar banyaaaak sekali, terutama tentang salah satu sisi kehidupan yang tidak aku dapatkan ketika kecil. Berkumpul bersama mereka, dalam moment apapun adalah salah satu cara meningkatkan hormon oksitosin dalam tubuhku. Walaupun orangnya ga lengkap, walaupun hal yang dilakukan adalah hal yang ga penting, kaya main kartu, main kontak-kontakan, poto selfie, nge-ciecie in orang, tapi cukup membuatku senang dan terhibur. Hahaha What I learn the most from them are..

hm..hm...

Several times ago, I found this in my friend's Path. She got it from her father. Her father sent it to her via email, and at the caption written "Jadikan diri baik terus. Kalau sudah baik, terus lakukan. Menikah bukan perkara mudah. Suatu saat bakal mengalami juga. Jadikan calon imam kamu nanti bersyukur mendapatkan kamu sebagai pendamping dan amanah untuknya." Dan aku terhening... Kalimat yg ada di hadits itu benar benar memperingatkan ya. Walaupun kita telah menjadi tanggung jawab suami kita kelak, tapi kita juga harus berusaha menjadi sebaik-baik amanah baginya. Semoga kita terus bisa belajar menjadi lebih baik, menjadi diri sendiri, dan bisa mengambil hikmah dari apapun yg telah terjadi dalam hidup. Semoga bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua dan bisa menjadi sebaik baik amanah nantinya.

Intellectual Humility

I write this is just because there is something that call my heart and my finger to make a post here, recently after watching Ustad Nouman’s video, which talk about intellectual humility. Suddenly I remember how much comments appeared on social media that blame our leaders, directors of companies owned by state, or even our comment about one of leader and functionary of a famous university when there are some issues about corruption. I think those have strong relation with this video. Ustad Nouman give an example about someone who looking for deen knowledge through learning hadits or Quran. Even we have learned so many things about the deen, we couldn’t be judgemental to someone who doing faults. We couldn’t say they’re wrong, that is not good.  We shouldn’t say something we don’t really understand. It should be the more we learn about deen, the more we can be a humble human. Our knowledge is still limited. We aren’t really qualified to judge people because we dont know what's i...

Perantara dan Tujuan

Sebenarnya sudah lama banget pengen nulis tulisan ini. Akhirnya di suatu pagi yang menggembirakan, karena ga jadi pergi ke Jakarta, memutuskan untuk menulis saja. Keputusan yang jarang, karena biasanya,  lebih memilih untuk tidur. Dalam suatu diskusi, ada yang bertanya, apa tujuan hidupmu? Ada yang menjawab “Beribadah”. Lalu kira-kira hal apa yang membuat mu bahagia? Lalu ada yang menjawab, “Semua kebutuhan dan keinginan bisa terpenuhi.” Jawaban polos, dan yang menjawab itu aku. Lalu, ditimpali “Apakah kebahagiaan hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan dan keinginan?”. Sepi. Sepertinya memang banyak yang belum tahu arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Untuk mencapai kebahagiaan, banyak orang yang mendefinisikan sesuai versi mereka. Masing-masing orang pun jadi punya definisinya masing-masing. Lalu pada akhirnya berusaha, berdoa kepada Tuhan agar apa yang ingin dicapai bisa terkabul, melibatkan Tuhan dalam setiap hal yang ingin kita capai, agar Dia meridhoi setiap langkah kita...