Langsung ke konten utama

Postingan

Meredam

Kamis lalu, dan beberapa hari dalam dua tahun belakangan, hari saya diwarnai oleh banyak warna emosi, positif dan negatif, baik yang berasal dari orang lain, sampai yang berasal dari diri sendiri.

Everlasting Kindness

Sejak kuliah entah semester berapa, saya gaktau awalnya gimana, tergabung di sebuah grup yang diberi julukan Grup Tulul, wkwkw. Grup yang terdiri dari sebagian teman-teman di angkatanku, Fasilkom 2010, ini awalnya adalah grup whatsapp, tapi sejak Telegram menyerang, semua anggota yg masih mau gabung (terpaksa) install Telegram. Uniknya, nama grupnya berubah-ubah sesuai dengan topik diskusi, atau bahkan nama grupnya absurd sekali wkwk. Di grup itu juga terdapat berbagai fitur, karena di Telegram bisa bikin bot atau program sendiri. Teman-teman yang rajin dg sukarela membuat beberapa bot dg berbagai fungsi, misalnya fungsi /leli buat gugling sesuatu, /kbbi buat ngecek makna suatu kata di kamus bbi, /slang untuk cari makna kata absurd, /hbd untuk ulang tahun, /kawin untuk menyelamati yg nikah dsb.

Kesabaran yang Luas

Pagi ini selepas sahur menunggu azan Subuh, saya iseng buka Guardian yang memuat berita Ramadhan di seluruh dunia. Lalu ada postingan tahun 2016 tentang kumpulan foto-foto Ramadhan di Syiria. https://www.theguardian.com/artanddesign/gallery/2016/jun/17/ramadan-syrian-frontline-muslim-holy-month-in-pictures

My Fav Fiction Characters

Disclaimer : you may find this writing contains no meaningful content  ðŸ˜‚ Akhirnya di Ramadhan ke 6 ini, saya bisa mewujudkan rancana menulis tentang beberapa karakter fiksi favorit saya sejak saya masih piyik, sampe sekarang tak tergantikan. * sebenarnya karena gak punya ide topik apa yang enak dibahas sih 😂

Yang Berusaha

Setiap hari saya melewati pasar minggu untuk pergi bekerja. Kondisi jalanannya  berpadu dengan toko, pusat angkutan kota (angkot, metromini, transjakarta) pasar dan stasiun, tak usah ditanya seperti apa semrawutnya. Di tengah kesemrawutan itu, kadang saya menemukan banyak hal. Seperti pengemis di stasiun, bapak-bapak yang menjual koran malam2 (padahal sekarang orang prefer membaca berita secara online), ibu-ibu yang jual sayuran dan buah di malam hari, pengamen tunanetra yang menyanyi di depan stasiun, ibu-ibu tunanetra yang berjualan kerupuk, bapak pe jual tisu di terminal yang sangat ceria dan semangat menawarkan tisu dan handuknya, dan juga bapak2 yg secara sukarela mengatur lalu lintas di pertigaan karena semrawut sekali. Hm..

Menyepelekan Kebiasaan (Kecil)

Saya baru sadar kalau seringkali menyepelekan waktu luang dan kebiasaan kecil. Misal di kereta, saya hanya naik selama sekitar 12 menit, kadang saya melamun, atau iseng mengamati orang lain 'kenapa pada main hape semuaaaa wkwkw'. Padahal daripada begitu waktunya bisa saya manfaatkan untuk baca buku, lumayan dua tiga lembar. Begitu juga harusnya kalau setelah naik kereta saya naik angkot.

Lima Belas Januari #2

Dear myself, May you always in thought of positivity, surrounded by true happiness which arises from your heart and always being grateful for whatever may happen. Alhamdulillah masih diberi nafas hingga saat ini. Umur bertambah, artinya kamu masih diberi kepercayaan sama Allah untuk menjalani hidup, hidup yang semoga makin bermanfaat dan diberkahi. Aamiin.. Apapun yang masih dan sudah dijalani, kamu harus selalu bersyukur. Terlepas dari apa yang belum didapatkan, juga harus bersyukur dan diusahakan sebaik-baiknya. May be you don’t deserve for what you want, but you truly deserve the best. Beberapa hal yang perlu selalu kamu ingat: Worthiness doesn’t need other people validation, recognition or any other things, because it comes from your deepest heart. The value of yourself doesn’t depend on what other people might think about you. It is how you value yourself as who you really are and how you try to make yourself as the person you really want to be. Jangan lupa untuk ...

What I Think About Swimming and Running

Kini lari/jogging dan berenang menjadi olahraga kegemaranku, setelah lama sekali gak ikut badminton. Lari dan berenang seperti menjadi kepuasan batin tersendiri. Keduanya juga tidak memerlukan atribut khusus. Lari bisa memakai kaos dan celana dan sepatu olahraga, sedangkan berenang hanya perlu pergi ke kolam renang dan baju renang. Kedua olahraga itu sangat berbeda dari segi arenanya, satu di darat satunya di air. Namun, keduanya memiliki begitu banyak persamaan!                 Pertama, kedua olahraga itu bisa dilakukan sendiri, gak harus bersama lawan atau tim. Jadi jika melakukannya sendiri, satu-satunya lawan adalah rasa lelah, keluhan, ketakutan jika tidak mampu, dan ketidakyakinan pada diri sendiri.

Bapak-Bapak Semesta

Suatu malam di jalanan Jakarta. Seorang bapak kulihat duduk di angkot. Membawa tas kerja. Memandang keluar jendela. Selepas melakukan tanggung jawabnya, sebagai karyawan, untuk memenuhi perannya sebagai suami dan bapak, dan sebagai apapun yg ilmu atau tenaganya dibutuhkan. Seorang bapak pergi naik kereta, dilanjutkan dengan angkot atau ojek. Bersama dengan manusia lain meniti jalan tak nyaman setiap hari. Ketidaknyamanan tak membuat berhenti. Ketidaknyamanan menjadi nyaman karena dilakukan setiap hari. Menjadikan kenyamananya ada di mana-mana. Saat pulang bapak itu tetap saja menunjukkan muka tulus. Walaupun mungkin saja harinya penuh dengan himpitan masalah. Kulihat lagi bapak yang lain. Dengan muka yg nampak lelahnya, tetap melayani orang lain sampai ke tujuannya. Baik sekali orang yang mau menjadi penghubung orang lain sampai ke tujuannya. Walau dengan bayaran yang tak seberapa. Kulihat lagi bapak yang lain. Mendorong gerobak entah sampai ke mana, sepertinya ke pasar. T...

Menerima adalah Matahari yang Terbit Kembali

Menerima, bukan melupakan Menerima, bukan dipergikan Menerima, bukan menghapuskan Menerima adalah memulai kembali dengan semangat baru Selalu ada yang terbit kembali dalam sebuah penerimaan Entah itu harapan, jalan, pencarian, usaha, atau waktu yang lebih berharga, atau itu semua Penerimaan juga bisa berupa kenangan lalu yang dulu hanya genangan, kini terbit dan kembali lagi dalam bentuk lautan, bahkan samudra yang tenang dan dalam, tapi tidak menghanyutkan. Apapun yang terbit kembali, menerima selalu membuka jalan baru tanpa melupakan yang lama Karena yang lama telah menjadi bagian yang tak terpisahkan Yang lama menjadi bekal, menjadi pelajaran, untuk menyambut yang terbit kembali Yang lama menjadi anugerah di masa lalu Penerimaan adalah kepercayaan, bahwa suatu anugerah yang tiba-tiba menjauh itu akan kembali, entah diganti dengan yang baru atau dikembalikan dengan kondisi yang lebih baik. Layaknya orang tua yang memberi hadiah kepada anaknya.   Ketika...

Lima Belas Januari

Belas Januari selalu memang bukan apa-apa. Hanya menjadi semacam 'yap tepat genap usiaku bertambah' haha. Terima kasih kepada teman-teman yang merelakan sebuah tiny space nya di memori otak, untuk mengingat tanggal itu sebagai tanggal saya lahir. Sejak usia 20, aku memang sengaja menyembunyikan tanggal lahir di facebook. Kenapa? Biar (gak) seru aja haha.  Yang ngucapin jd emang temen2 yang peduli sama kita, meskipun itu sedikit. Hihi. Dari tahun ke tahun, aku selalu surprised, masih ada aja temen lama yg inget. Jd ucapan nya semacam something special. Aha! Ada juga temen kuliah, yg liat dari google calendar dan menyebarkan iti di grup tulul angkatan. Ada juga mbak2 kantor yg ngucapin pertama kali jam 2 malem. Haha. Sebenarnya lima belas januari juva bukan berarti apa-apa bagiku. Ya kaya hari biasa aja sejak saya lahir. Tapi dulu pas jaman SD SMP SMA, yg paling aku ingin ingat2 lagi adalah, hampir semua temenku inget tanggal lahir temen2nya walaupun gak deket. Kaya pas ...

User Experience Fundamental Class Day 1

Yap. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi peserta UX Fundamental Class oleh Somia Customer Experience selama sebulan, dan dibayarin kantor pula. Bertempat di East Venture Hive   kawasan Kebayoran, training ini hanya diikuti oleh 24 peserta alias limited seat! Yohaa. Hari pertama kemarin berkenalan dengan peserta lain dan dibentuk grup. Ternyata background pesertanya macammacam, tapi gak ada yag programmer yah haha. Graphic designer, ux designer, product manager, interaction designer, account executive, mahasiswa dan keknya aku satu2 nya system analyst hoho. Gapapa lah ya masih nyambung.

Buying Experience : Ngebolang Sesaat di Purwakarta

Halo, aku punya cerita, tepatnya kemarin baru membuat cerita. Sabtu 17 Oktober 2015 sengaja memanfaatkan weekend untuk buying experience. Bosen di Jakarta dan sekitarnya terus, bosen juga   dengan keriuhan jalan raya kalau lagi weekend dimana semua orang ingin merayakan nya dengan pergi ke mall dan tempat makan. Pengen sesuatu yang beda. Jadilah kemarin nekat keee Purwakarta. Sendiri? Proudly yesss!

Design

Lately I am very in touch with term ‘design’. Do you think that design is only making visible things? Like logo, poster, web and other stuffs such as furniture designed by IKEA or Furnika? From many articles I’ve read, the answer is no. Design is beyond of all the mentioned. Design can be a tool to make other people empowered by themselves. But How? Design can create invisible thing which is embedded in people’s daily life and behavior. What do you think, 

Bukan Sombong

Haha judulnya. Alhamdulillah wa syukurilah, diberi rezeki oleh Allah untuk mengeprint, membeli dan memfotokopi buku-buku ini. Yap, aku sengaja mengumpulkan sebanyak-banyak bahan untuk belajar IELTS. Entah kapan akan tercapai belajar di Eropa, di salah satu univ di Inggris yang kuidamkan. Tapi yang jelas, bukan tahun ini selain udah akhir tahun, karena ada target yang lebih penting di tahun ini. Yang penting belajar dulu lah ya.

Perut Baper

Semester 6, selain aku mendapat IP tertinggi selama kuliah *sombong*, aku juga mendapatkan sesuatu, bisa dibilang bonus kali ya, asam lambung. Dan selain untuk pertama kalinya membuat sebuah sistem informasi, ‘menikmati’ ngoding, ternyata malah membuat sistem pencernaanku sendiri terganggu. Banyak begadang ngerjain sistem, plus ngambil sks dengan jumlah terbanyak sepanjang kuliah, plus jadi asdos, plus masih nge-BEM. Hahahaha, rasain apitonk.

"Build the Locals" A Story from Komunitas WPL

WPL adalah singkatan dari Warga Peduli Lingkungan, berlokasi di Pancoran Mas, Depok. Story begins. Cerita ini berawal dari sebuah ide di battle project Wonosobo Muda tentang bank sampah. Kita mau mencari role model untuk bank sampah yg sudah ada di Wonosobo. Setelah mendapat kontak dengan bantuan Mbah Gugel, aku segera menghubungi pengelola salah satu bank sampah di Depok, Pak Baron, dan membuat janji bertemu. Awalnya, aku dan Desti cuma mau tahu tentang bank sampah, tapi ternyataa Pak Baron dan Istri, Bu Wulan, juga punya beberapa proyek sosial. Jadilah mereka menumpahkan semua cerita nya kepada kami. Tidak hanya itu, kami juga jadi mendapat beberapa ilmu tentang mewujudkan ide-ide baik #tsaaah. Jadi merasa beruntung sekali bisa berdiskusi dengan mereka.

Rehat

At a certain point of time, human need doing nothing in a while, relaxing the mind, pretending to have nothing to do, and giving all the time just for the sake of self goodness. No more think about other people's life being. Just totally focus to be happy at the time.

you . are . already . great

Ada kalanya seseorang merasa bahwa dirinya bukan apa-apa, apalagi jika melihat orang seumuran sudah mencapai targetnya, sudah membuat suatu karya sehingga dikenal banyak orang, atau bisa dibilang sudah shining brightly . Da kadang kita (apa aku doang ya) membatin 'Aku mah apa atuh, hanya sisa-sisa cabe gorengan yang tidak dimakan'. Haha lebay ya. Walaupun sebenarnya kita tahu bahwa membandingkan diri sendiri dan orang lain adalah teori terburuk sepanjang bumi masih berada di galaksi Bima Sakti. Namun terkadang hal itu terlintas di pikiran kita barang sedetik atau dua detik.