Langsung ke konten utama

Postingan

Sakit yang Melelahkan

Mau nulis untuk diri sendiri lagi. Nah, kali ini mau cerita tentang sakit selama dua minggu. Kenapa bisa sampai lama banget pid? Yah, kayaknya lagi gak hoki. Gak hoki gimana tuh? Jadi sebenernya kena sariawan gitu udah agak lama, 30 Maret tu udah kerasa bengkak. Tapi aku belum mengambil langkah pasti untuk menghentikan serangan sariawan. Tibalah hari Senin di mana aku harus ngantor, dan seperti biasa: gak pake masker pas naik gojek. Padahal polusi Jakarta kan ya gitu. Senin malem, bibir mulai bernanah dan berdarah. Selasa memutuskan ke dokter gigi. Udah disaranin temen sih ke dokter spesialis mulut karena itu bukan sariawan biasa. Tapi aku mau mencoba ke dokter gigi dulu, barangkali gak butuh spesialis. Dokter meriksa luka, bilangnya sih sariawannya udah nyebar. Dia memberi obat namanya Aloclair, bentuknya pasta gel gitu. Katanya diolesin aja ke lukanya. Oke, saya manut. Teman saya, yang adalah istri dari teman saya, yang mana dokter gigi juga, menyarankan untuk ke spesial...

My Relationship with Social Media

Sejak 2017 aku mulai mengamati relasiku dengan dunia sosial media. Kuamati orang memposting foto yang bernuansa kebahagiaan, menunjukkan kemampuan, pencapaian, keseharian yang menyenangkan, keluarga yang lengkap dan bahagia. Aku pun jadi merasa perlu dan tergoda dan terpanggil untuk mengepost yang sama, namun apa yang orang punya, tidak selalu aku punya, yang orang dapatkan juga tidak selalu aku dapatkan (meski sudah berusaha dengan susah payah) Ya namanya juga hidup. Kadangkala, muncul pertanyaan yang secara tidak sengaja mampir “why  do they have that, why don’t I?” “what is my achievement so far, am I dumb enough?” “ohh..may be I am not lucky enough or I need to work again and optimize my effort.” But in the end “ya memang bukan rejekinya.”
 The last one is my strongest mantra when such questions hit me up. I believe that we are not luckier than any other, as well as we are not poorer than any other. Everything has been planned by God. What other people have experien...

Batas

Setelah lama gak nulis yang ditujukan untuk diri sendiri, akhirnya ini saatnya! yeeay Jadi akhir tahun lalu aku kembali menonton drama Korea yang sudah pernah kutonton 13 tahun yang lalu. Dulu nontonnya taunya kesel dan seneng aja. Lha kemarin pas nonton kok ada yang makjleb ya wakaka. Ceritanya ada pangeran putra mahkota yang dijodohkan dengan anak dari teman kakeknya, dan ya gadis itu bukan tipenya banget. Pangeran itu sebenernya sangat gak suka dengan kehidupan istana yang terlalu kaku dan banyak peraturan. Dia sangat terobsesi menjadi sutradara suatu saat nanti, tapi nasibnya sudah digariskan: jadi raja. Suatu saat dia ingin sekali meninggalkan posisi itu karena tidak yakin dia bisa menjadi raja sekaligus mendalami kesukaannya. Dia merasa dibatasi dengan previledge yang telah dipunya sejak lahir. Setelah bertemu dengan gadis yang dijodohkan itu, dia mulai jatuh cinta, dan jadi yakin kalau dia juga bisa tetap mengejar mimpinya jadi sutradara meski harus hidup di istana. Dia ter...

In Need of Wisdom

Terinspirasi dari pidatonya Nouman Ali Khan, dengan judul yang sama "In need of Wisdom", saya ingin menuliskan beberapa poin penting dari pidato tersebut yang bersifat fundamental dan universal. Beliau membahas satu ayat, dan diuraikan menjadi beberapa poin penting. Pertama. Jangan menggunakan ayat atau hadits untuk membenarkan konsep dan pendapat pribadi. Jangan terbalik, seringkali orang punya pendapat lalu mencari ayat atau hadits yang mendukungnya. Kadang tujuannya adalah untuk menghakimi orang lain. Yang seharusnya kita lakukan adalah mencari tau makna, konteks dari setiap ayat. Jadi kita bisa tau ayat itu bisa menyelesaikan masalah dalam konteks apa, apa maksud Allah menurunkan ayat tersebut. Kedua, jangan menghakimi orang lain, karena kita tidak pernah tau apakah kita di jalan yang benar/tidak. Yang penting, selalu bantu orang untuk berada di jalan yang benar. Kita juga tidak pernah tau, orang yang oleh kebanyakan orang dianggap berperangai buruk suatu  saat beruba...

Happy Families

Pas lagi sahur tiba-tiba kepikiran buat nulis ini. Tulisan ini bukanlah tips-tips bagaimana menjadi keluarga bahagia karena saya belum berkeluarga dan bahagia juga bukan dicari tetapi untuk dihadirkan. Nah, jadi selama kuliah dan pasca kuliah, aku bertemu dengan beberapa teman yang kini jadi sahabat, yang membuatku berdecak kagum, tidak hanya dengan diri mereka tetapi juga KELUARGA mereka. Sejak berkenalan dengan mereka, aku juga mendapat banyak sekali cerita tentang keluarga mereka yang hebat - yang menurutku, membuat mereka, di mataku adalah juga orang yang hebat. Bahkan aku sempat menggumam "such a perfect family", meskipun sebenarnya ga ada yang sempurna. Dari mereka, aku percaya bahwa anak-anak yang bahagia juga dilahirkan dari keluarga yang selalu menghadirkan kebahagiaan, dalam situasi apapun. Siapakah mereka? Sebut saja A A adalah teman kuliah satu jurusan. Teman yang entah kenapa membuatku nyaman cerita apapun, termasuk riwayat hidupku dan sisi menye-menye yang ...

Bercerita

7 April 2017 Hari ini berasa dapet rejeki banget, yang lebih dari sekedar materi, yaitu cerita dan pengalaman. Dua hal yang saya sukai. Sebuah cerita bisa melahirkan semangat, menularkan informasi yang berguna, dan memberikan pengetahuan yang tidak bersifat menggurui. Sebuah cerita juga adalah refleksi keterbukaan, yang menimbulkan rasa nyaman dalam berkomunikasi, dan tidak membuat kita berasumsi. Cita cita saya banget, untuk membentuk sebuah keluarga yang suka saling bercerita, walaupun cerita hal-hal tidak penting. Misalnya baru saja berperang dengan kecoa. Haha. Tadi siang, saya dan dua orang teman berkesempatan berkunjung ke seseorang asli Wonosobo, yang telah sukses berkontribusi di ranah penanggulangan kemiskinan. Yap, namanya Mas Ahmad Karim, bekerja menjadi PNS di Bappenas. Kami baru kenal lewat messenger, dan baru bertemu tadi. Beliau bercerita panjang lebar tentang masa SMA nya yang ternyata lucu dan seru, mas...

My Life Hack

Setelah agak berkontemplasi dan memperhatikan lingkungan sekitar, dalam rangka menjadikan hidup lebih sehat, saya membuat beberapa life hack untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari2. Yeah! 1. Be chill Seruwet apapun masalah, kalau dicermati akarnya cuma satu : merasa khawatir haha. Khawatir akan dampak dari apa yg sudah terjadi di masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa depan. Padahal yaa, kan semuanya sudah ada yang mengatur piiddddd! Jadi santai aja, nikmati setiap detik berharga di dalam hidupmu! 2. Ceritakan masalah dengan cara yang sehat. Kadang kalau punya masalah dan ceritanya sambil emosi akan membuat orang lain yang mendengarkan ikut pusing haha. Jadi jangan bebani orang lain dengan emosi. Tenang dulu, baru cerita deh. Key! 3. Tanggung jawab sendiri Rasa bahagia itu bukan tanggung jawab orang lain, kamu gak boleh menuduh orang lain jadi tersangka atas ketidakbahagiaanmu. Jika ada yg berlaku gak sesuai harapan, selow aja, tenang. Itu bukan urusanmu. Yang me...

Meredam

Kamis lalu, dan beberapa hari dalam dua tahun belakangan, hari saya diwarnai oleh banyak warna emosi, positif dan negatif, baik yang berasal dari orang lain, sampai yang berasal dari diri sendiri.

Everlasting Kindness

Sejak kuliah entah semester berapa, saya gaktau awalnya gimana, tergabung di sebuah grup yang diberi julukan Grup Tulul, wkwkw. Grup yang terdiri dari sebagian teman-teman di angkatanku, Fasilkom 2010, ini awalnya adalah grup whatsapp, tapi sejak Telegram menyerang, semua anggota yg masih mau gabung (terpaksa) install Telegram. Uniknya, nama grupnya berubah-ubah sesuai dengan topik diskusi, atau bahkan nama grupnya absurd sekali wkwk. Di grup itu juga terdapat berbagai fitur, karena di Telegram bisa bikin bot atau program sendiri. Teman-teman yang rajin dg sukarela membuat beberapa bot dg berbagai fungsi, misalnya fungsi /leli buat gugling sesuatu, /kbbi buat ngecek makna suatu kata di kamus bbi, /slang untuk cari makna kata absurd, /hbd untuk ulang tahun, /kawin untuk menyelamati yg nikah dsb.

Kesabaran yang Luas

Pagi ini selepas sahur menunggu azan Subuh, saya iseng buka Guardian yang memuat berita Ramadhan di seluruh dunia. Lalu ada postingan tahun 2016 tentang kumpulan foto-foto Ramadhan di Syiria. https://www.theguardian.com/artanddesign/gallery/2016/jun/17/ramadan-syrian-frontline-muslim-holy-month-in-pictures

My Fav Fiction Characters

Disclaimer : you may find this writing contains no meaningful content  ðŸ˜‚ Akhirnya di Ramadhan ke 6 ini, saya bisa mewujudkan rancana menulis tentang beberapa karakter fiksi favorit saya sejak saya masih piyik, sampe sekarang tak tergantikan. * sebenarnya karena gak punya ide topik apa yang enak dibahas sih 😂

Yang Berusaha

Setiap hari saya melewati pasar minggu untuk pergi bekerja. Kondisi jalanannya  berpadu dengan toko, pusat angkutan kota (angkot, metromini, transjakarta) pasar dan stasiun, tak usah ditanya seperti apa semrawutnya. Di tengah kesemrawutan itu, kadang saya menemukan banyak hal. Seperti pengemis di stasiun, bapak-bapak yang menjual koran malam2 (padahal sekarang orang prefer membaca berita secara online), ibu-ibu yang jual sayuran dan buah di malam hari, pengamen tunanetra yang menyanyi di depan stasiun, ibu-ibu tunanetra yang berjualan kerupuk, bapak pe jual tisu di terminal yang sangat ceria dan semangat menawarkan tisu dan handuknya, dan juga bapak2 yg secara sukarela mengatur lalu lintas di pertigaan karena semrawut sekali. Hm..

Menyepelekan Kebiasaan (Kecil)

Saya baru sadar kalau seringkali menyepelekan waktu luang dan kebiasaan kecil. Misal di kereta, saya hanya naik selama sekitar 12 menit, kadang saya melamun, atau iseng mengamati orang lain 'kenapa pada main hape semuaaaa wkwkw'. Padahal daripada begitu waktunya bisa saya manfaatkan untuk baca buku, lumayan dua tiga lembar. Begitu juga harusnya kalau setelah naik kereta saya naik angkot.

Lima Belas Januari #2

Dear myself, May you always in thought of positivity, surrounded by true happiness which arises from your heart and always being grateful for whatever may happen. Alhamdulillah masih diberi nafas hingga saat ini. Umur bertambah, artinya kamu masih diberi kepercayaan sama Allah untuk menjalani hidup, hidup yang semoga makin bermanfaat dan diberkahi. Aamiin.. Apapun yang masih dan sudah dijalani, kamu harus selalu bersyukur. Terlepas dari apa yang belum didapatkan, juga harus bersyukur dan diusahakan sebaik-baiknya. May be you don’t deserve for what you want, but you truly deserve the best. Beberapa hal yang perlu selalu kamu ingat: Worthiness doesn’t need other people validation, recognition or any other things, because it comes from your deepest heart. The value of yourself doesn’t depend on what other people might think about you. It is how you value yourself as who you really are and how you try to make yourself as the person you really want to be. Jangan lupa untuk ...

What I Think About Swimming and Running

Kini lari/jogging dan berenang menjadi olahraga kegemaranku, setelah lama sekali gak ikut badminton. Lari dan berenang seperti menjadi kepuasan batin tersendiri. Keduanya juga tidak memerlukan atribut khusus. Lari bisa memakai kaos dan celana dan sepatu olahraga, sedangkan berenang hanya perlu pergi ke kolam renang dan baju renang. Kedua olahraga itu sangat berbeda dari segi arenanya, satu di darat satunya di air. Namun, keduanya memiliki begitu banyak persamaan!                 Pertama, kedua olahraga itu bisa dilakukan sendiri, gak harus bersama lawan atau tim. Jadi jika melakukannya sendiri, satu-satunya lawan adalah rasa lelah, keluhan, ketakutan jika tidak mampu, dan ketidakyakinan pada diri sendiri.

Bapak-Bapak Semesta

Suatu malam di jalanan Jakarta. Seorang bapak kulihat duduk di angkot. Membawa tas kerja. Memandang keluar jendela. Selepas melakukan tanggung jawabnya, sebagai karyawan, untuk memenuhi perannya sebagai suami dan bapak, dan sebagai apapun yg ilmu atau tenaganya dibutuhkan. Seorang bapak pergi naik kereta, dilanjutkan dengan angkot atau ojek. Bersama dengan manusia lain meniti jalan tak nyaman setiap hari. Ketidaknyamanan tak membuat berhenti. Ketidaknyamanan menjadi nyaman karena dilakukan setiap hari. Menjadikan kenyamananya ada di mana-mana. Saat pulang bapak itu tetap saja menunjukkan muka tulus. Walaupun mungkin saja harinya penuh dengan himpitan masalah. Kulihat lagi bapak yang lain. Dengan muka yg nampak lelahnya, tetap melayani orang lain sampai ke tujuannya. Baik sekali orang yang mau menjadi penghubung orang lain sampai ke tujuannya. Walau dengan bayaran yang tak seberapa. Kulihat lagi bapak yang lain. Mendorong gerobak entah sampai ke mana, sepertinya ke pasar. T...

Menerima adalah Matahari yang Terbit Kembali

Menerima, bukan melupakan Menerima, bukan dipergikan Menerima, bukan menghapuskan Menerima adalah memulai kembali dengan semangat baru Selalu ada yang terbit kembali dalam sebuah penerimaan Entah itu harapan, jalan, pencarian, usaha, atau waktu yang lebih berharga, atau itu semua Penerimaan juga bisa berupa kenangan lalu yang dulu hanya genangan, kini terbit dan kembali lagi dalam bentuk lautan, bahkan samudra yang tenang dan dalam, tapi tidak menghanyutkan. Apapun yang terbit kembali, menerima selalu membuka jalan baru tanpa melupakan yang lama Karena yang lama telah menjadi bagian yang tak terpisahkan Yang lama menjadi bekal, menjadi pelajaran, untuk menyambut yang terbit kembali Yang lama menjadi anugerah di masa lalu Penerimaan adalah kepercayaan, bahwa suatu anugerah yang tiba-tiba menjauh itu akan kembali, entah diganti dengan yang baru atau dikembalikan dengan kondisi yang lebih baik. Layaknya orang tua yang memberi hadiah kepada anaknya.   Ketika...

Lima Belas Januari

Belas Januari selalu memang bukan apa-apa. Hanya menjadi semacam 'yap tepat genap usiaku bertambah' haha. Terima kasih kepada teman-teman yang merelakan sebuah tiny space nya di memori otak, untuk mengingat tanggal itu sebagai tanggal saya lahir. Sejak usia 20, aku memang sengaja menyembunyikan tanggal lahir di facebook. Kenapa? Biar (gak) seru aja haha.  Yang ngucapin jd emang temen2 yang peduli sama kita, meskipun itu sedikit. Hihi. Dari tahun ke tahun, aku selalu surprised, masih ada aja temen lama yg inget. Jd ucapan nya semacam something special. Aha! Ada juga temen kuliah, yg liat dari google calendar dan menyebarkan iti di grup tulul angkatan. Ada juga mbak2 kantor yg ngucapin pertama kali jam 2 malem. Haha. Sebenarnya lima belas januari juva bukan berarti apa-apa bagiku. Ya kaya hari biasa aja sejak saya lahir. Tapi dulu pas jaman SD SMP SMA, yg paling aku ingin ingat2 lagi adalah, hampir semua temenku inget tanggal lahir temen2nya walaupun gak deket. Kaya pas ...

User Experience Fundamental Class Day 1

Yap. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi peserta UX Fundamental Class oleh Somia Customer Experience selama sebulan, dan dibayarin kantor pula. Bertempat di East Venture Hive   kawasan Kebayoran, training ini hanya diikuti oleh 24 peserta alias limited seat! Yohaa. Hari pertama kemarin berkenalan dengan peserta lain dan dibentuk grup. Ternyata background pesertanya macammacam, tapi gak ada yag programmer yah haha. Graphic designer, ux designer, product manager, interaction designer, account executive, mahasiswa dan keknya aku satu2 nya system analyst hoho. Gapapa lah ya masih nyambung.