Langsung ke konten utama

Postingan

Love Letter (1995) Review : Beauty in Sorrow

Sepertinya blog ini jadi blog review film atau series aja mungkin ya? hahaha Beberapa hari lalu iseng buka Quora Indonesia lagi setelah agak lama logout. Di beranda nemu jawaban dari pertanyaan film apa yang paling romantis. Baca jawaban itu di Quora ku langsung naksir sama filmnya, karena kayaknya ceritanya tipeku banget, romansa yang fokus ke feeling dan emotional intimacy . Ceritanya juga sederhana banget, tentang seorang wanita bernama Hiroko Watanabe yang tunangannya (bernama Fujii Itsuki) meninggal dua tahun lalu. Ketika peringatan kematiannya, dia diajak ibu tunangannya ke rumahnya dan ditunjukkan buku tahunan SMP. Dia melihat nama tunangannya beserta alamat rumahnya. Kata ibunya, rumahnya udah digusur dan jadi jalan raya. Si cewe ini iseng ngirim surat ke alamat itu. Intinya nanya kabar aja. Dia ga berharap dibalas ya karena udah ga ada juga alamatnya. Namun, jeng-jeng dia mendapat balasan dong. Yang bales ternyata teman SMP si cowoknya. Kok bisa temen SMP nya nerima surat itu...

Mencari Penawar dari Pahitnya Berita lewat Drama Hanzawa Naoki

  Pandemi menjadi masa di mana kita merasakan berbagai macam kekecewaan terhadap pemerintah sampai-sampai eneg dan pengen sejenak berhenti baca berita biar hidup lebih indah sedikit. Pelemahan KPK, korupsi bansos yang pelakunya seperti bukan manusia dari jajaran menteri yang korupsi milyaran hingga RW yang memotong bantuan uang tunai terasa seperti kisah pahit yang kita nggak bisa tau penawarnya. Oh tidak hanya itu, ada menteri yang korupsi bansos minta keringanan karena keluarganya menderita, dan ada kasus mencengangkan pelanggaran oleh Wakil Ketua KPK hanya dipotong gajinya saja. Belum lagi kasus pelecehan seksual di KPI yang menurut berita dipaksa mencabut tuntutan. Rasanya kondisi ini tidak cuma pahit, tapi gelap dan horor.   Baca berita hanya bikin lelah dan gregetan, rasanya pengen berbuat sesuatu tapi rakyat jelata bisa apa selain misuh dan sambat online sampai “yowes piye maneh”. Di grup chat yang saya ikuti, di mana sering ada update berita di s...

Review Film Soul Pixar 2020

"I am going to enjoy every minute of my live."   Begitulah kira-kira kesimpulan film Soul. Sebenarnya konsep filmnya bagus ya, ngajarin filosofi hidup yang sederhana. Dan banyak orang yang suka juga dengan filmnya. Aku kira sebagus Coco karena kek menang Oscar dan rating di IMDB juga bagus, di atas 8. Intinya bercerita tentang karir si protagonist yang obsesi menjadi pianist jazz, sementara ibunya sangat menginginkan dia menerima tawaran menjadi pengajar tetap full time di sekolah yang mana sudah terjamin hidupnya. Setelah mendapat apa yang dia inginkan, tiba-tiba dia kecebur lubang di jalan, pingsan dan jiwanya berkelana di alam para jiwa yang disiapkan masuk ke bumi. Nah setelah kemarin nonton, kok jiwaku malah hampa kosong bingung gitu yaa, kyk ada yg mengganjal gitu rasanya. Setelah menganalisis perasaan sendiri kenapa bisa kaya gitu, akhirnya ku membuat kseimpulan tentang film Soul ini. 1. Banyak pesan yang disampaikan melalui dialog dan straight to the point, jadi mer...

Peace within Humility

I almost can't express how happy I am, found some public figures who are very humble, whom I admire (through virtual world lol), and being surrounded by humble friends, whom I talk with almost everyday. The first person whom I admire virtually for many years, the one and only Nicholas Saputra. I think my followers both in Twitter and Instagram are already bored with my publication of himself and what he is currently doing lol. He is truly admirable since he became a volunteer for NGO in Aceh when tsunami occurred in 2005. He did't want to publish what he had done there. And only few people know that he is part of steering commite of an international foundation located in Aceh to protect elephants. He don't want to be acknowledged as an ambassador or activist, but as a volunteer. His humility makes me admire him even more. I am truly inspired by how he portrayed himself in social media. Dia hanya menampilkan apa saja yang dia lihat melalui akun instagram dan bukan apa saja p...

Sok Sok Catatan Najwa

Ketika popularitas mengalahkan kualitas Yang benar dan salah menjadi bias Memahami kualitas dan kebenaran butuh kerja keras Ketika makna direduksi Semua menuju satu deduksi Yang ternyata belum tentu sehati Ikut-ikutan menjadi tradisi Ketika semua ingin menang sendiri Banyak orang mendadak jadi tak punya hati Menjatuhkan orang lain semudah mengepalkan jari Dihempaskan dan dipaksa pergi Ketika ego dijadikan tuan tanpa sadar Pikiran kacau seolah jadi benar Subjektifitas dijadikan patokan nalar Beda perspektif menjadi alasan untuk memojokkan dengan kasar

Oldish and Simple Love - Only Yesterday, Film Ghibli 1991

... "Rainy, cloudy, sunny days. Which one do you like the most?" (tanya si laki-laki) "Cloudy" "Me too." Sumber : https://www.theverge.com/2016/2/24/11108228/only-yesterday-movie-review-studio-ghibli Sepenggal percakapan sederhana antara seorang anak SD laki-laki dan teman perempuan di sekolahnya, yang terjadi ketika dia mengejar si perempuan yang pulang sekolah. Si perempuan pulang dengan malu-malu karena dicie-cie-in sama teman-temannya. Si laki-laki mengejar, dan akhirnya mereka bertemu di persimpangan jalan. Setelah percakapan sebentar itu berakhir, keduanya terpisah dan masing-masing membawa kupu-kupu di dalam perutnya. Adegan manis yang sederhana itu ada di dalam film animasi Jepang jaman dulu, Only Yesterday. Adegan itu mengingatkanku dengan cinta monyet waktu SMA. Kagum kakak kelas waktu aku masih baru masuk. Dulu girang sekali ketika tiba-tiba kami satu bus waktu berangkat sekolah dan dia duduk di sebelahku. Setelah turun dari bus kami ...

Parental Lessons in Avatar The Last Airbender

Jadi kemarin memghabiskan akhir tahun dengan nonton ulang serial yang dulu sangat kusukai. Ternyata beda banget rasanya dibandingkan dulu pas masih SMP nonton. Kalau dulu cuma bisa lihat cerita, tokoh, humor, aksi mengalahkan musuh, sekarang jadi notice dengan hal-hal baru bahkan hal kecil yang sebelumnya gak disadari. Hal yang paling kental menurutku di serial ini adalah peran orang tua dalam mebentuk karakter anak dan remaja, apalagi ketika remaja di mana dia sedang mencari jati diri, sering bingung, butuh panduan, butuh teman, dan bagaimana mereka menghadapi masalah. Yap, usia para pemeran utamanya itu kisaran 12-16 tahun. Dan ini juga yang menjadikan serial ini menarik dan cocok untuk semua kalangan. 1. Karakter Uncle Iroh dan Pengaruhnya pada Zuko Karakter Zuko di season 1 dan 2 yang cenderung keras kepala dan mudah marah berimbang dengan karakter Uncle Iroh yang sabarnya luar biasa. Zuko sudah dianggap anaknya sendiri karena anak kandungnya telah meninggal ketika...

rabu(n) senja bersama Tulus

Tau acara rabu(n) senja dari acara Guided Tour Andra Matin saat pameran arsitektur Prihal Andra Matin di awal Desember. Kalau waktu itu aku ga dapet kesempatan ikut acara guided tour itu ya mungkin gak akan tau haha (acaranya terbatas untuk 50 orang). Acara yang diadakan sebulan sekali setiap Rabu di minggu ketiga itu mengundang pembicara tidak hanya dari arsitektur tetapi juga praktisi desain. Kebetulan tadi malam mengundang Tulus, untuk sharing perjalanan studi arsitekturnya dan pengaruhnya terhadap karir bermusiknya sekarang. Nekat datang ke suatu acara meski akan tau bakal sendiri selalu menjadi tantangan yang menyenangkan bagiku haha. Beberapa menit setelah poster acaranya dipublish, langsung ku daftar tanpa tau sama siapa nanti gimana soalnya limited seat cuma buat 80 orang. Biar gak lupa, karena acara ini ngena sekali, jadi mau kutulis apa yang aku tangkap dari percakapan dengan Tulus semalam. 1. Tulus sangat jujur dengan akademisnya waktu kuliah Dia blak-blakkan menyebut...

Reduksi Makna

Aku mau menulis tentang hal-hal apa saja yang maknanya mulai ter-reduksi akhir-akhir ini, maksudnya yang maknanya mulai dipersempit. Boleh setuju boleh enggak :) 1. Kaya Semakin terbukanya orang-orang di social media tentang kehidupannya, tidak heran jika muncul pergesekan antara orang-orang dengan latar belakang ekonomi berbeda. Jika ada yang posting tentang liburan, makanan mahal, dan gaya hidup-gaya hidup lain yang membutuhkan banyak uang, sebagian terdorong untuk mempunyai hal yang sama, berbagi hal yang mirip dan juga seolah ingin menunjukkan kalau 'hey I am happy too'. Apalagi sekarang sedang marak yah akun-akun yang posting tentang pentingnya investasi dan punya banyak persiapan. Emang penting sih kedua itu, tapi kadang-kadang diselipi dengan postingan yang membuat audiencenya insekyuur haha. Banyak orang jadi mendefinisikan kaya seperti yang diobrolkan oleh akun-akun itu: bisa investasi, punya aset rumah misalnya. Jadi kaya itu cuma urusan nominal kesannya. Menurut...

Ramadan Notes

Ingin menulis ayat apa saja yang mengena buatku 1. Ayat tentang Karunia Tuhan Aku lupa bunyi ayatnya, tapi yang intinya karunia Allah itu turun kepada siapa saja yang dikehendakiNya, begitu juga dengan cobaannya. Jadi itu menjadi hak prerogatif Allah untuk memberikan karunia apapun kepada siapapun. Membaca ayat itu membuatku tenang dan yakin saja sama takdir, rejeki, serta apapun yang Allah kasih dan Allah gak kasih. 2. Ayat tentang Bagaimana Nabi Musa Berkomunikasi dengan Firaun “Pergilah kamu berdua(wahai Musa dan Harun) kepada Fir’aun, Sesungguhnya dia Telah melampaui batas; Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS Thaha : 43-44) Allah saja memerintahkan Nabi Musa agar berbicara dengan orang sekelas Firaun dengan lemah lembut dan penuh empati. Remembering this ayah reminds me to always say good things in any circumtances. Tapi emang susah ya, sabarnya mesti dobel-dobel. 3. Ayat tentang Nikmat Alla...

Sakit yang Melelahkan

Mau nulis untuk diri sendiri lagi. Nah, kali ini mau cerita tentang sakit selama dua minggu. Kenapa bisa sampai lama banget pid? Yah, kayaknya lagi gak hoki. Gak hoki gimana tuh? Jadi sebenernya kena sariawan gitu udah agak lama, 30 Maret tu udah kerasa bengkak. Tapi aku belum mengambil langkah pasti untuk menghentikan serangan sariawan. Tibalah hari Senin di mana aku harus ngantor, dan seperti biasa: gak pake masker pas naik gojek. Padahal polusi Jakarta kan ya gitu. Senin malem, bibir mulai bernanah dan berdarah. Selasa memutuskan ke dokter gigi. Udah disaranin temen sih ke dokter spesialis mulut karena itu bukan sariawan biasa. Tapi aku mau mencoba ke dokter gigi dulu, barangkali gak butuh spesialis. Dokter meriksa luka, bilangnya sih sariawannya udah nyebar. Dia memberi obat namanya Aloclair, bentuknya pasta gel gitu. Katanya diolesin aja ke lukanya. Oke, saya manut. Teman saya, yang adalah istri dari teman saya, yang mana dokter gigi juga, menyarankan untuk ke spesial...

My Relationship with Social Media

Sejak 2017 aku mulai mengamati relasiku dengan dunia sosial media. Kuamati orang memposting foto yang bernuansa kebahagiaan, menunjukkan kemampuan, pencapaian, keseharian yang menyenangkan, keluarga yang lengkap dan bahagia. Aku pun jadi merasa perlu dan tergoda dan terpanggil untuk mengepost yang sama, namun apa yang orang punya, tidak selalu aku punya, yang orang dapatkan juga tidak selalu aku dapatkan (meski sudah berusaha dengan susah payah) Ya namanya juga hidup. Kadangkala, muncul pertanyaan yang secara tidak sengaja mampir “why  do they have that, why don’t I?” “what is my achievement so far, am I dumb enough?” “ohh..may be I am not lucky enough or I need to work again and optimize my effort.” But in the end “ya memang bukan rejekinya.”
 The last one is my strongest mantra when such questions hit me up. I believe that we are not luckier than any other, as well as we are not poorer than any other. Everything has been planned by God. What other people have experien...

Batas

Setelah lama gak nulis yang ditujukan untuk diri sendiri, akhirnya ini saatnya! yeeay Jadi akhir tahun lalu aku kembali menonton drama Korea yang sudah pernah kutonton 13 tahun yang lalu. Dulu nontonnya taunya kesel dan seneng aja. Lha kemarin pas nonton kok ada yang makjleb ya wakaka. Ceritanya ada pangeran putra mahkota yang dijodohkan dengan anak dari teman kakeknya, dan ya gadis itu bukan tipenya banget. Pangeran itu sebenernya sangat gak suka dengan kehidupan istana yang terlalu kaku dan banyak peraturan. Dia sangat terobsesi menjadi sutradara suatu saat nanti, tapi nasibnya sudah digariskan: jadi raja. Suatu saat dia ingin sekali meninggalkan posisi itu karena tidak yakin dia bisa menjadi raja sekaligus mendalami kesukaannya. Dia merasa dibatasi dengan previledge yang telah dipunya sejak lahir. Setelah bertemu dengan gadis yang dijodohkan itu, dia mulai jatuh cinta, dan jadi yakin kalau dia juga bisa tetap mengejar mimpinya jadi sutradara meski harus hidup di istana. Dia ter...

In Need of Wisdom

Terinspirasi dari pidatonya Nouman Ali Khan, dengan judul yang sama "In need of Wisdom", saya ingin menuliskan beberapa poin penting dari pidato tersebut yang bersifat fundamental dan universal. Beliau membahas satu ayat, dan diuraikan menjadi beberapa poin penting. Pertama. Jangan menggunakan ayat atau hadits untuk membenarkan konsep dan pendapat pribadi. Jangan terbalik, seringkali orang punya pendapat lalu mencari ayat atau hadits yang mendukungnya. Kadang tujuannya adalah untuk menghakimi orang lain. Yang seharusnya kita lakukan adalah mencari tau makna, konteks dari setiap ayat. Jadi kita bisa tau ayat itu bisa menyelesaikan masalah dalam konteks apa, apa maksud Allah menurunkan ayat tersebut. Kedua, jangan menghakimi orang lain, karena kita tidak pernah tau apakah kita di jalan yang benar/tidak. Yang penting, selalu bantu orang untuk berada di jalan yang benar. Kita juga tidak pernah tau, orang yang oleh kebanyakan orang dianggap berperangai buruk suatu  saat beruba...

Happy Families

Pas lagi sahur tiba-tiba kepikiran buat nulis ini. Tulisan ini bukanlah tips-tips bagaimana menjadi keluarga bahagia karena saya belum berkeluarga dan bahagia juga bukan dicari tetapi untuk dihadirkan. Nah, jadi selama kuliah dan pasca kuliah, aku bertemu dengan beberapa teman yang kini jadi sahabat, yang membuatku berdecak kagum, tidak hanya dengan diri mereka tetapi juga KELUARGA mereka. Sejak berkenalan dengan mereka, aku juga mendapat banyak sekali cerita tentang keluarga mereka yang hebat - yang menurutku, membuat mereka, di mataku adalah juga orang yang hebat. Bahkan aku sempat menggumam "such a perfect family", meskipun sebenarnya ga ada yang sempurna. Dari mereka, aku percaya bahwa anak-anak yang bahagia juga dilahirkan dari keluarga yang selalu menghadirkan kebahagiaan, dalam situasi apapun. Siapakah mereka? Sebut saja A A adalah teman kuliah satu jurusan. Teman yang entah kenapa membuatku nyaman cerita apapun, termasuk riwayat hidupku dan sisi menye-menye yang ...

Bercerita

7 April 2017 Hari ini berasa dapet rejeki banget, yang lebih dari sekedar materi, yaitu cerita dan pengalaman. Dua hal yang saya sukai. Sebuah cerita bisa melahirkan semangat, menularkan informasi yang berguna, dan memberikan pengetahuan yang tidak bersifat menggurui. Sebuah cerita juga adalah refleksi keterbukaan, yang menimbulkan rasa nyaman dalam berkomunikasi, dan tidak membuat kita berasumsi. Cita cita saya banget, untuk membentuk sebuah keluarga yang suka saling bercerita, walaupun cerita hal-hal tidak penting. Misalnya baru saja berperang dengan kecoa. Haha. Tadi siang, saya dan dua orang teman berkesempatan berkunjung ke seseorang asli Wonosobo, yang telah sukses berkontribusi di ranah penanggulangan kemiskinan. Yap, namanya Mas Ahmad Karim, bekerja menjadi PNS di Bappenas. Kami baru kenal lewat messenger, dan baru bertemu tadi. Beliau bercerita panjang lebar tentang masa SMA nya yang ternyata lucu dan seru, mas...

My Life Hack

Setelah agak berkontemplasi dan memperhatikan lingkungan sekitar, dalam rangka menjadikan hidup lebih sehat, saya membuat beberapa life hack untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari2. Yeah! 1. Be chill Seruwet apapun masalah, kalau dicermati akarnya cuma satu : merasa khawatir haha. Khawatir akan dampak dari apa yg sudah terjadi di masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa depan. Padahal yaa, kan semuanya sudah ada yang mengatur piiddddd! Jadi santai aja, nikmati setiap detik berharga di dalam hidupmu! 2. Ceritakan masalah dengan cara yang sehat. Kadang kalau punya masalah dan ceritanya sambil emosi akan membuat orang lain yang mendengarkan ikut pusing haha. Jadi jangan bebani orang lain dengan emosi. Tenang dulu, baru cerita deh. Key! 3. Tanggung jawab sendiri Rasa bahagia itu bukan tanggung jawab orang lain, kamu gak boleh menuduh orang lain jadi tersangka atas ketidakbahagiaanmu. Jika ada yg berlaku gak sesuai harapan, selow aja, tenang. Itu bukan urusanmu. Yang me...

Meredam

Kamis lalu, dan beberapa hari dalam dua tahun belakangan, hari saya diwarnai oleh banyak warna emosi, positif dan negatif, baik yang berasal dari orang lain, sampai yang berasal dari diri sendiri.

Everlasting Kindness

Sejak kuliah entah semester berapa, saya gaktau awalnya gimana, tergabung di sebuah grup yang diberi julukan Grup Tulul, wkwkw. Grup yang terdiri dari sebagian teman-teman di angkatanku, Fasilkom 2010, ini awalnya adalah grup whatsapp, tapi sejak Telegram menyerang, semua anggota yg masih mau gabung (terpaksa) install Telegram. Uniknya, nama grupnya berubah-ubah sesuai dengan topik diskusi, atau bahkan nama grupnya absurd sekali wkwk. Di grup itu juga terdapat berbagai fitur, karena di Telegram bisa bikin bot atau program sendiri. Teman-teman yang rajin dg sukarela membuat beberapa bot dg berbagai fungsi, misalnya fungsi /leli buat gugling sesuatu, /kbbi buat ngecek makna suatu kata di kamus bbi, /slang untuk cari makna kata absurd, /hbd untuk ulang tahun, /kawin untuk menyelamati yg nikah dsb.

Kesabaran yang Luas

Pagi ini selepas sahur menunggu azan Subuh, saya iseng buka Guardian yang memuat berita Ramadhan di seluruh dunia. Lalu ada postingan tahun 2016 tentang kumpulan foto-foto Ramadhan di Syiria. https://www.theguardian.com/artanddesign/gallery/2016/jun/17/ramadan-syrian-frontline-muslim-holy-month-in-pictures